Ini Dampak Positif Pengurangan Subsidi Listrik

"Selama ini masyarakat pelanggan listrik dimanjakan dengan tarif listrik yang disubsidi, mengakibatkan penggunaan listrik cenderung boros"
Perkembangan subsidi listrik tahun 2000 – 2013 (djk.esdm.go.id)

KLIKPOSITIF - Kebijakan Pemerintah mengurangi subsidi listrik dengan penyesuaian Tarif Tenaga Listrik (TTL) masih disambut negatif oleh berbagai kalangan. Namun demikian tidak selalu harus dipandang negatif, penyesuaian TTL juga memberi dampak positif, antara lain:

1. Selama ini masyarakat pelanggan listrik dimanjakan dengan tarif listrik yang disubsidi, mengakibatkan penggunaan listrik cenderung boros, dan sulit sekali diajak untuk hemat listrik. Dengan disesuaikannya tarif listrik pelanggan tersebut menjadi tarif listrik non subsidi, tentu akan memaksa pengguna dengan sendirinya untuk lebih berhemat menggunakan listrik, jika dia tidak mau membayar tagihan yang besar.

2. Dengan adanya penghematan di sisi konsumen, tentu turut mengurangi tenaga listrik yang harus disediakan/dibangkitkan, terutama yang dibangkitkan dengan membakar BBM di pembangkit listrik, dan ini akan mengurangi biaya produksi listrik, dan pada akhirnya juga mengurangi subsidi listrik.

3. Dengan adanya penghapusan subsidi listrik bagi pelanggan industri menengah I-3 daya di atas 200 kVA dan industri besar I-4 daya 30.000 kVA ke atas akan merangsang pelanggan industri tersebut untuk mengusahakan kebutuhan listriknya sendiri dengan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan membeli dari PLN.

4. Subsidi listrik yang dihemat dapat dialihkan oleh Pemerintah untuk membangun infrastruktur listrik di Indonesia dalam rangka meningkatkan rasio elektrifikasi yang saat ini baru mencapai 80,51%, sehingga semakin banyak lagi daerah-daerah yang bisa menikmati listrik.

(sumber: djk.esdm.go.id)