Proyek Penggalian Pipa PDAM Bukittinggi Amburadul, Kontraktor Diberi Sanksi

"Proyek tersebut menyisakan lubang-lubang jalan"
Dampak proyek penggalian pipa PDAM yang tidak kunjung selesai di Jalan Sudirman Bukittinggi (Ulfa)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -- Proyek penggalian pipa PDAM di Kota Bukittinggi meninggalkan masalah yang membuat marah warga Bukittinggi. Pasalnya, proyek yang harusnya tuntas sebelum tahun 2018, tak kunjung selesai hingga Januari 2018 ini.

Proyek tersebut menyisakan lubang-lubang jalan, karena bekas penggalian pipa PDAM tidak diaspal hingga membuat pengendara jadi tidak nyaman.

"Kontraktornya (PT Nolan dari Jambi) sudah menyatakan tidak sanggup lagi untuk melanjutkan proyek ini, dan dalam pernyataannya siap untuk menerima sanksi apapun," ungkap Yuliadra, selaku Kepala Satuan Kerja SNVT PJPA WS IAKR Sumbar, Balai Wilayah Sungai Sumatera V, Kamis 18 Januari 2018.

Menurut Yuliadra, ketidaksanggupan kontraktor telah membuat kontrak proyek senilai Rp8 miliar ini diputuskan. Hanya 87 persen pengerjaan yang tuntas, sementara sisanya 13 persen masih terbengkalai.

"Kontraktor tidak sanggup dan sudah putus kontrak. Sesuai aturan, kontraktor akan di-black list selama dua tahun. Suratnya sudah kami kirim ke APIP (Aparat Pengawasan Interen Pemerintahan). Meski di-black list dua tahun, namun sepanjang dia masuk, kami tidak akan pernah yakin lagi," ujar Yuliadra.

Yuliadra juga mengakui, amburadulnya proyek ini mendapat protes keras dari masyarakat dan tak sedikit laporan yang diterima pihaknya.

Untuk kelanjutan proyek ini, pihaknya telah melapor ke pusat, serta telah menganggarkannya pada tahun 2018 ini senilai Rp1,7 miliar. (*)