Wagub Sumbar: Minat Sekolah Anak-anak Mentawai Sangat Tinggi

"siswa di Kabupaten Kepulauan Mentawai harus menempuh medan yang cukup berat demi mendapatkan ilmu pengetahuan"
Siswa di Mentawai menyambut kedatangan Wagub Sumbar meski tidak semuanya mengenakan atribut lengkap. (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit mengapresiasi semangat bersekolah anak-anak Mentawai. Berbeda dengan anak-anak lain di Sumbar, siswa di Kabupaten Kepulauan Mentawai harus menempuh medan yang cukup berat demi mendapatkan ilmu pengetahuan.

"Semangat anak-anak Mentawai bersekolah cukup baik, semoga ini menjadi penyemangat meraka dalam mencapai cita-citanya nanti," sebut Nasrul Abit, Jumat 19 Januari 2018.

Kata Nasrul, Kapal Angkutan Pemda yang dibantu oleh Dirjen Pembangunan Desa tahun 2015 lalu sangat membatu anak-anak Mentawai bersekolah dari pulau ke pulau, transportasi kapal ini amat membatu mereka dari tempat tinggal menuju sekolah di Kampung Berkat di Polaga.

"Saya pernah ke Tiniti (Siberut Barat), disana sangat memprihatinkan, anak-anak belum sepenuhnya mendapatkan pendidikan. Untuk itu, kita harus bahu membahu melepaskan Mentawai dari ketertinggalan, pendidikan merupakan salah satu indikator yang perlu ditingkatkan untuk keluar dari status itu," ujarnya.

Kemudian, fasilitas pendidikan juga masih banyak yang memprihatinkan, dalam kondisi itu pemerintah tidak tinggal diam. Sebelumnya, sebanyak 57 orang guru garis depan (GGD) ditempatkan di daerah masih tertinggal di Sumbar, Mentawai 22 orang, 23 orang di Kabupaten Solok Selatan dan 12 orang lagi di Pasaman Barat.

Mereka ditempatkan untuk mengajar dalam jangka waktu 10 tahun ke depan di sekolah yang selama ini membutuhkan tenaga pengajar. "Mereka terdiri dari guru SMA dan SMK dan dipersiapkan secara mental di daerah pedalaman. Ini bentuk keseriusan pemerintah mempercepat perkembangan pendidikan di Mentawai," ujarnya

Dia berharap anak-anak Mentawai tetap bersemangat bersekolah untuk hidup lebih sejahtera dan menjadikan Mentawai mampu setara dengan kabupaten dan kota yang lain di Sumbar serta Indonesia.

[Joni Abdul Kasir]