Alasan Presiden Jokowi Tetap Berkunjung ke Afghanistan

"Kami laporkan bahwa terjadi peledakan dengan menggunakan ambulan yang meninggal lebih dari 100 orang, kemudian sehari sebelumnya, bahkan paginya sebelum Presiden mendarat ada penyerangan ke Akademi Militer di Afghanistan yang juga memakan korban"
Presiden Jokowi Mendarat di Afghanistan (setkab.go.id)

KLIKPOSITIF -- Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengisahkan detik-detik saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan tetap melakukan kunjungan kenegaraan ke Afghanistan, dalam rangkaian kunjungannya ke lima negara, yang dimulai dari Sri Lanka, India, Pakistan, dan Bangladesh.

Bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, Seskab yang mengikuti perjalanan Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana menjelaskan pada malam hari, sebelum atau dua malam sebelumnya dan malam satu hari sebelumnya, sebelum ditetapkan ke Afghanistan, dirinya melaporkan kepada Presiden mengenai perkembangan yang ada.

“Kami laporkan bahwa terjadi peledakan dengan menggunakan ambulan yang meninggal lebih dari 100 orang, kemudian sehari sebelumnya, bahkan paginya sebelum Presiden mendarat ada penyerangan ke Akademi Militer di Afghanistan yang juga memakan korban,” kata Seskab dalam wawancara khusus dengan Metro TV, di ruang kerjanya Gedung III Kemensetneg, Jakarta, Rabu (31/1) sore.

Ketika itu, lanjut Seskab Pramono Anung, Presiden menyampaikan tetap memutuskan untuk ke Afganistan. “Beliau hanya menyampaikan, ya sudah kita tetap berkunjung. Bismillah dan saya yakin pasti saya dijagain oleh keamanan Afghanistan dengan baik. Jadi beliau tetap akhirnya memutuskan berkunjung,” ungkap Pramono menirukan jawaban Presiden Jokowi saat itu.

Seskab menegaskan, dirinya melihat yang pertama memang Presiden ini tidak pernah punya rasa takut, sehingga dengan demikian Presiden meyakini pasti urusan keamanannya terjamin.

Yang kedua, Seskab mengatakan, bagaimanapun kunjungan Presiden Jokowi ke Afghanistan ini menjadi simbol yang sangat penting karena ini rangkaian kunjungan ke lima negara yang dimulai dengan Sri Lanka kemudian ke India, Pakistan, Bangladesh, dan kemudian terakhir Afghanistan.

“Ini menjadi simbolisasi dari kunjungan Presiden ke tempat-tempat yang dulu hanya Bung Karno mengunjungi, termasuk di ... Baca halaman selanjutnya