Petani Cengkeh di Mentawai Mengeluh Karena Produksi Cengkeh Melorot, Harga Pun Melorot

"Hal itu terjadi karena pengaruh faktor alam yang menyebabkan tanaman gagal berbunga"
Ilustrasi cengkeh (Net)

KLIKPOSITIF, TUAPEJAT – Petani cengkeh banyak yang mengeluh karena hasil panen cengkehnya tidak sebanyak tahun sebelumnya. Mereka mengeluh karena tanaman tidak mampu berproduksi optimal.

Hal itu terjadi karena pengaruh faktor alam yang menyebabkan tanaman gagal berbunga. Selain produksi melorot, harga jual cengkeh pun ikut menurun. Petani mengungkapkan, penurunan hasil produksi cengkeh tahun ini termasuk paling rendah dari musim panen tahun sebelumnya.

Tahun lalu, ada petani bisa mendapatkan hasil hingga 50 kilogram sampai 1 ton cengkeh kering siap jual. Namun, panen kali ini, panen cengkeh tidak sampai 100 kilogram.

Harga cengkeh kering tahun sebelumnya mencapai Rp100 ribu sampai Rp120 ribu per kilonya. Ia heran dengan pasaran harga cengkeh. Seharusnya, produksi sedikit harga tinggi. Tapi faktanya, harga cengkeh kering per kilonya turun dratis.

Dikatakan, walaupun setiap kebun memiliki banyak batang cengkeh, namun tidak semua yang berbuah. Paling tinggi bisa mendapatkan hasil panen hanya berkisar 20 sampai 40 tekong setiap satu batang cengkeh.(Adv)