Dua Unsur Penting dari Garapan Film Wiro Sableng 212

" citra yang dimunculkan membuat Wiro Sableng semakin kuat sebagai hero "
Vino G Bastian berperan sebagai Wiro Sableng (net)

KLIKPOSITIF-Aktor Vino G. Bastian berperan sebagai Wiro Sableng dalam film terbarunya Wiro Sableng 212.  Tim produksi Wiro Sableng 212 sudah mengeluarkan teaser pertama di youtube pada akhir Desember kemarin yang sudah mencapai dua juta penonton lebih. Filmnya direncakan dirilis tahun ini.

Di luar Indonesia film yang berjudul 212 Warrior ini diprediksi memiliki tingkat kesuksesan yang tinggi. Selain digarap oleh sutradara muda peraih Piala Citra 2014 kategori film terbaik untuk film Cahaya Dari Timur : Beta Maluku Angga Dwimas Sasongko (Filosofi Kopi, Surat dari Praha), Wiro Sableng dibintangi aktor-aktor ternama tanah air seperti Yayan Ruhiyan, Lukman Sardi dan Happy Salma.

Kekuatan film ini terletak pada gabungan dua unsur yang terdapat pada film ini; remake dan genre “superhero”. Unsur pertama tidak diragukan lagi menjadi senjata  ampuh untuk memancing penonton datang ke bioskop jika digarap dengan baik. Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 adalah contoh untuk film yang kembali dibuat atau remake. Dengan memproduksi lagi film yang tenar lew2at trio Dono, Kasino, Indro, Warkop DKI versi baru menjadi film terlaris sepanjang masa di Indonesia sampai saat ini, dilansir dari infoakurat.com jumlah penonton film ini mencapai angka 6,9 juta orang.

Modal kedua adalah tren film bergenre pahlawan. Perkembang film dengan tema super hero dimulai sejak 2008. Ditandai dengan munculnya karakter Iron Man. Ini menandai langkah Marvel Cinematic Universe untuk kemudian terus memproduksi film sejenis seperti Thor, Guardians of Galaxy, The Avengers dan lainnya. Langkah ini juga ikuti pemain lain seperti DC Comic.

Tren ini bisa menjadi keuntungan bagi film Wiro Sableng 212 untuk berhasil menggaet hati para pembeli tiket di Indonesia khususnya. Wiro Sableng bisa muncul sebagai super hero produksi dalam negeri. Memiliki ilmu beladiri yang tangguh, kuat, jenaka, dan membela kaum yang lemah membuat citra yang ... Baca halaman selanjutnya