Filipina Batalkan Kontrak Senilai $ 233 Juta dengan Kanada

"untuk membeli 16 helikopter dari Kanada."
Presiden Filipina Rodrigo Duterte (net)

KLIKPOSITIF - Presiden Filipina Rodrigo Duterte memerintahkan militer untuk membatalkan sebuah kesepakatan senilai 233 juta dolar untuk membeli 16 helikopter dari Kanada.

"Saya ingin memberitahu angkatan bersenjata untuk memotong kesepakatan. Jangan lanjutkan lagi dan entah bagaimana kita akan mencari pemasok lain. Kami menghormati pendirian Kanada, "kata Duterte dalam sebuah briefing di televisi, Jumat, 9 Februari 2018.

Duterte juga mengarahkan militer untuk tidak membeli senjata lagi dari Kanada atau dari Amerika Serikat karena selalu ada kondisi yang melekat.

Filipina dan Kanada secara resmi menandatangani kesepakatan helikopter pada Selasa (6/2) namun keesokan harinya, pemerintah Kanada memerintahkan sebuah peninjauan, sebagai tanggapan atas komentar Mayor Jenderal Filipina Restituto Padilla bahwa helikopter tersebut akan digunakan untuk operasi pemberontak komunis dan pemberontak Islam.

Pejabat Kanada mengatakan bahwa mereka khawatir tentang kemungkinan pelanggaran hak asasi manusia dan mengatakan bahwa mereka telah memahami bahwa helikopter tersebut ditujukan untuk operasi non-tempur.

Dilansir dari laman reuters, Menteri pertahanan Filipina kemudian menjelaskan bahwa helikopter Bell 412EPI digunakan untuk transportasi, penyelamatan dan respon bencana. Duterte, bagaimanapun, mengatakan bahwa mereka harus mengejar pemberontak Maois.

"Alasan saya membeli helikopter adalah karena saya ingin menyelesaikannya," katanya.

Di Ottawa, Menteri Perdagangan Kanada Francois-Philippe Champagne mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa komentar bermasalah Duterte hanya menggarisbawahi kebingungan dan kontradiksi yang baru-baru ini muncul pada penggunaan akhir helikopter.

Filipina memukul sebuah rintangan dalam usaha untuk meminta kepada polisi sekitar 26.000 senapan serbu M4 dari Amerika Serikat. Duterte akhirnya membatalkan rencananya setelah beberapa senator mengancam akan memblokir penjualan ... Baca halaman selanjutnya