Dandim 0304/Agam Marah-marah di Hadapan Wali Nagari dan Lurah, Ada Apa?

"Saya mengundang, karena program ini sangat penting"
Komandan Kodim 0304/Agam Letkol Kav Salim Kurniawan Dewantara tak dapat menahan kekesalannya saat Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Program Upsus Padi, Jagung dan Keledai, (Hatta Rizal/KLIKPOSITIF)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -- Komandan Kodim 0304/Agam Letkol Kav Salim Kurniawan Dewantara tak dapat menahan kekesalannya saat Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Program Upsus Padi, Jagung dan Keledai, Sabtu 10 Februari 2018 di Makodim 0304/Agam.

Penyebabnya, ada beberapa Wali Nagari dan Lurah di wilayah Bukittinggi dan Agam tak hadir dalam acara tersebut kendati sudah diundang secara resmi.

"Saya mengundang, karena program ini sangat penting. Ini bukan main-main, bagaimana mau mensejahterakan masyarakat kalau tak datang?," kata Dandim dengan nada kesal.

Dandim mengatakan, program ini diberikan Pemerintah Pusat dengan tujuan untuk mensejahterakan masyarakat lewat Swasembada Pangan sehingga ia sangat menyayangkan ketidakhadiran beberapa Wali Nagari maupun Lurah.

"Yang hapal masyarakat kan mereka (Wali Nagari dan Lurah), kalau mereka tak hadir, bagaimana saya bisa dapat data untuk keperluan program ini?," lanjut Dandim.

Dandim pun amat mempertanyakan keseriusan pejabat lokal dalam mensejahterakan masyarakat.

"Anggota saya akan mencatat siapa saja yang tidak hadir. Saya akan kirim surat kepada Wali Kota dan Bupati terkait hal ini,"ungkap Dandim.

Namun, Dandim mengatakan, ia tidak asal marah saja. Sebutnya, ia marah karena sayang kepada masyarakat.

Sementara, Arnen Sri Gemala dari Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI mengatakan, dalam program swasembada pangan ini, wilayah Sumatera Barat kebagian sebanyak 700.000 hektar lahan.

Khusus wilayah Agam, dapat bantuan pupuk dan bibit berupa Jagung, Padi Gogo, dan Kedelai sebesar 40 ribu hektar.

"Ini secepatnya, yang di daerah harus segera kirim data luas areal lahan yang perlu ditanami,"pungkasnya.

[Hatta Rizal]