Jokowi: Meski Diapresiasi Dunia, Tugas Diplomat Indonesia Tidak Mudah

"Inilah kehidupan dunia kita sekarang ini. Inilah tantangan kita. Inilah tantangan Saudara-saudara yang harus kita hadapi, tantangan diplomat, terutama diplomat-diplomat kita"
Ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, menjadi diplomat di zaman sekarang tidak mudah. Ia menyebutkan, tugas diplomat menjadi semakin tidak mudah karena terlalu banyak ketidakpastian yang terjadi saat ini di dunia.

“Konflik perang terjadi di berbagai belahan dunia, krisis kemanusiaan, pengungsi yang jumlahnya mencapai jutaan juga terjadi. Kejahatan lintas batas, ancaman terorisme, perdagangan orang, narkoba, mengancam semua negara, bukan hanya Indonesia,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Rapat Kerja Kepala Perwakilan RI dengan Kementerian Luar Negeri, di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (12/2) pagi.

Presiden juga menyinggung mengenai persaingan ekonomi yang semakin tajam dan semua negara ingin menjadi pemenang, disamping kecenderungan proteksionisme yang semakin meningkat, baik diterapkan melalui hambatan tarif maupun hambatan non tarif di mana-mana.

“Inilah kehidupan dunia kita sekarang ini. Inilah tantangan kita. Inilah tantangan Saudara-saudara yang harus kita hadapi, tantangan diplomat, terutama diplomat-diplomat kita,” ujar Presiden.

Ditegaskan Presiden, masyarakat Indonesia yang berjumlah 260 juta, mengharapkan agar para diplomatnya dapat menjadi diplomat yang mampu memperjuangkan kepentingan Indonesia, kepentingan rakyat Indonesia.

Oleh karena itu, lanjut Presiden, pendekatan baru diplomasi kita harus terus disesuaikan dengan tantangan zaman yang ada.

“Diplomasi yang cepat, diplomasi yang responsif, diplomasi yang tanggap,” tegas Presiden seraya menambahkan, bukan diplomasi yang membuang uang tapi diplomasi yang menghasilkan uang, diplomasi yang berpihak pada perlindungan warganya di luar negeri, diplomasi yang tidak akan mundur seinci pun untuk membela kedaulatan negaranya, diplomasi yang dapat memberikan kontribusi bagi perdamaian dan kesejahteraan dunia.

Dalam kesempatan itu Presiden ... Baca halaman selanjutnya