Dua Paslon Pilkada Padang Beda Pendapat Soal Nomor Urut

"Dalam pencabutan nomor urut pasangan, pasangan harus membawa maksimal 150 orang dukungan"
Dua pasangan peserta Pilkada Padang, tampak dalam foto Mahyeldi tidak hadir dalam penetapan Paslon oleh KPU Padang (KLIKPOSITIF/Cecep Jambak)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Dua calon kepala daerah Kota Padang Pilkada 2018, berpendapat berbeda dalam memperoleh nomor urut, yang akan digelar Selasa 13 Februari 2018 besok.

Calon walikota Padang Emzalmi yang didukung tujuh parpol berharap akan memperoleh nomor urut satu. Sementara calon wakil walikota Hendri Septa yang diusung oleh dua parpol malah berserah pada yang maha kuasa.

"Kalau bisa saya meminta, nomor satu lah," kata Emzalmi.

"Terserah Allah kasih nomor berapa," ucap Hendri Septa usai rapat pleno terbuka Penetapan Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Padang tahun 2018, Senin 12 Februari 2018, oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Padang.

Usai rapat pleno terbuka Penetapan Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Padang tahun 2018, Senin 12 Februari 2018, oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Padang, pada Selasa 13 Februari besok, KPU akan menggelar pencabutan lot penetapan nomor urut pasangan.

"Besok di Pangeran Beach Hotel, sekitar pukul 14.00 WIB," sebut Ketua Divisi Keuangan, Umum dan Logistik, KPU Padang, Mahyudin.

Menurutnya dalam pencabutan nomor urut pasangan, pasangan harus membawa maksimal 150 orang dukungan. "Masing masing calon menghadirkan 150 orang dukungan," pungkasnya.

[Cecep Jambak]