Kapolres: Pilkada Pariaman Berpotensi Konflik, Hindari Hoax dan SARA

"Saya sendiri kaget mengapa Kota Pariaman yang aman ini dikategorikan menjadi peringkat tiga rawan pilkada"
Ilustrasi (net)

PARIAMAN, KLIKPOSITIF -- Kapolres Kota Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo menyatakan dari 171 penyelenggaraan pilkada 2018 se Indonesia, Pilkada Kota Pariaman masuk daerah dengan potensi tinggi tingkat kerawanan.

"Saya sendiri kaget mengapa Kota Pariaman yang aman ini dikategorikan menjadi peringkat tiga rawan pilkada," ungkap Kapolres Kota Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo, di sela-sela deklarasi tolak dan lawan politik uang, dan politisasi SARA, oleh Panwaslu Pariaman di Mapolres Pariaman, Rabu 14 Februari 2018.

Namun demikian kata Bagus, info itu tidak akan membuat pihaknya mundur ataupun berkecil hati. Justru memotivasi langkah pengamanan untuk dioptimalkan. Sejauh ini tingkat kerawanan belum terdeteksi.

"Dengan kategori ini tentu kita akan cepat diperhatikan dan bantuan tentu akan juga cepat diturunkan," ujarnya.

Starategi antisipasi konkrit yang tengah dilakukan dengan patroli pilkada damai. Dengan mendekati tokoh masyarakat dan ulama, sehingga menghadirkan situasi nyaman dan aman.

"Belum terdeteksi. Apakah itu permufakatan yang menjurus ke arah negatif. Bila memang terdeteksi, langkah tentu segera merapikan dan perbaiki, sehingga situasi menjadi kondusif. Yang jelas belum muncul di permukaan, dan terdeteksi secara tebal," tambahnya.

Di mabes polri sendiri, dia menyebut tergabung dalam Satgas Nusantara, untuk pengamanan situasi pemilu 2018 dan 2019. Kegaduhan yang menggunakan media akan secara langsung terdeteksi ke aplikasi. Dia mengimbau agar menjauhi unsur SARA, akun palsu penyebar hoax dan ujaran kebencian, karena sangat mudah untuk diketahui.

"Sistem di mabes secara langsung akan tersusun dan diketahui dimana asalnya. Sudahlah, tidak usah bermain-main dengan hal itu. Pasti akan terbuktikan," pungkasnya.

[Cecep Jambak]