Puluhan Hektar Hutan Lindung di Pessel Dirambah, Masyarakat Resah

"Sekitar 15 hektar yang sudah habis ditebang dan sudah siap pakai. Ada sekitar 30 hektar lagi yang sudah ditandai untuk dibabat"
Kondisi hutan lindung yang dirambah di Pessel. (istimewa)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Masyarakat di Nagari Taluak Tigo Sakato, Kecamatan Batangkapas, Kabupaten Pesisir Selatan-Sumatera Barat resah dengan aktifitas pembukaan lahan baru yang melibatkan sejumlah oknum dengan merambah puluhan hektar hutan tanpa batas di daerah tersebut.

Mantan Wali Nagari Taluak Tigo Sakato, Efriadi mengatakan, perambahan hutan yang dilakukan itu terlihat dengan banyaknya penebangan kayu secara liar dan membuka lahan perkebunan untuk kepentingan usaha pribadi. Selain itu, dampaknya membuat punah kelestarian cagar alam yang tersimpan.

“Jika perambahan ini terus dilakukan, masyarakat Nagari Taluak Tigo Sakato khawatir akan berisiko banjir dan tanah longsor. Lokasi tempat perambahan itu juga merupakan SDA yang kami miliki di nagari ini," kata Efriadi pada KLIKPOSITIF.

Dia menyebutkan, aktifitas perambahan hutan di kawasan tersebut sudah terjadi sejak akhir 2017 lalu. Sampai saat ini, belasan hektar hutan sudah dirambah dan menjadi lahan perkebunan siap tanam serta gundul akibat keserakahan oknum tersebut.

"Sekitar 15 hektar yang sudah habis ditebang dan sudah siap pakai. Ada sekitar 30 hektar lagi yang sudah mereka tandai untuk dibabat," terangnya.

Selain itu, pihaknya juga menyayangkan oknum-oknum yang membabat hutan tersebut terindikasi dari oknum warga dari nagari tetangga. Bahkan, para oknum yang membabat hutan tersebut beraktifitas secara diam-diam hingga berhari-hari di hutan.

"Masyarakat juga telah berkali-kali meninjau lokasi, namun tidak satupun ditemukan oknum perambah. Kami menginginkan aktifitas merambah bisa dihentikan sebab ancaman alam yang akan terjadi," jelasnya.

Warga setempat, Sijus (63) menjelaskan, sebelum perambahan terjadi, daerah setempat sudah pernah digenangi banjir. Apalagi jika sudah jelas-jelas ada penggundulan hutan akan dikhawatirkan banyak bencana yang mengacam permukiman mereka.

"Kami inginkan pemerintah ataupun aparat penegak ... Baca halaman selanjutnya