Tidak Disiplin, Pemprov Sumbar Kaji Ulang Kenaikan Tunjangan Pejabat Eselon III

"Pihaknya akan memperhitungkan dengan matang soal kenaikan tunjangan tersebut"
Nasrul Abit saat memeriksa kehadiran pejabat saat apel di halaman kantor Gubernur Sumbar (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan mengkaji ulang kenaikan tunjangan pejabat yang tidak disiplin, khususnya untuk pejabat eselon III.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit. Ia mengatakan, pihaknya akan memperhitungkan dengan matang soal kenaikan tunjangan tersebut.

"Kalau begini kan tidak fair, minta kenaikan tunjangan tapi kehadiran saja kurang," katanya.

Ketidak disiplinan pejabat eselon III digambar Nasrul saat apel pagi ASN di lingkungan Pemprov Sumbar di halaman kantor Gubernur Sumbar, Jalan Sudirman, Kota Padang.

Saat itu, kata dia, hanya sedikit dari pejabar eselon III yang hadir, jika dipersentasekan, jumlahnya tidak sampai 50 persen.

"Saya sengaja periksa langsung tiap barisan, terutama Eselon III, karena hari-hari ini, kadang-kadang Eselon III ini hanya hadir cuma 30-40 persen saja," ungkap dia.

Mantan Bupati Pesisir Selatan itu sangat menyayangkan rendahkan kedisplinan pejabat eselon III saat apel. Mengingat mereka merupakan pejabat penyelia yang menghubungkan staf dengan Eselon II.

Menurut dia, dengan fungsi tersebut, sudah semestinya Eselon III menjadi panutan bagi dan memonitor ASN di bawahnya, yakni Eselon IV dan staf.

"Saudara memiliki tanggungjawab untuk memanage. Kalau kita memanage itu, kita harus jadi panutan. Nah kalau kita tidak bisa jadi panutan, bagaimana akan memanage orang lain? Bagaimana akan menertibkan orang lain kalau diri sendiri saja tidak tertib?" imbuhnya.

Dengan begitu, ia mengharapkan agar dengan kenaikan tunjangan tersebut, pejabat bisa bermanfaat bagi masyarakat.

Sebab dengan kata lain, kenaikan tunjangan daerah secara tidak langsung akan mengurangi berbagai pembangunan di Sumbar yang manfaatnya jelas-jelas dirasakan langsung oleh masyarakat.

[Joni Abdul Kasir]