Bangunan Pasar Berlantai Tiga di Bukittinggi Dirobohkan Pemko, Ada Apa?

"Targetnya dalam dua bulan ke depan selesai semua. Namun saya harap bisa lebih cepat"
- Pasca kebakaran Pasa Ateh pada Senin 30 Oktober 2017, pemerintah Kota Bukittinggi 9 April 2018 mulai melakukan pembongkaran dan perobohan bangunan Pasa Ateh (KLIKPOSITIF/ Hatta Rizal)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -- Pasca kebakaran Pasa Ateh pada Senin 30 Oktober 2017, pemerintah Kota Bukittinggi 9 April 2018 mulai melakukan pembongkaran dan perobohan bangunan tiga lantai yang selama ini menjadi salah satu pusat perdagangan dan ikon daerah tersebut.

Perobohan bangunan yang usai kebakaran pada tahun lalu sempat ditinjau oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, dilakukan pemeraintah daerat dengan menurunkan satu unit alat berat, dengan dikawal ketat pihak keamanan.

Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, pada KLIKPOSITIF, Senin (9/4) mengatakan, perobohan bangunan difokuskan terlebih dahulu pada bagian Timur atau di deratan Blok C.

"Targetnya dalam dua bulan ke depan selesai semua. Namun saya harap bisa lebih cepat," kata Ramlan.

Ia menambahkan, langkah ini mesti diambil agar pembangunan tahap selanjutnya bisa dipercepat.

"Untuk pedagang yang berjualan di depan, agar lebih aman sementara kita pindahkan ke bagian belakang gedung yang dirobohkan ini," jelasnya.

Ia berharap, pedagang bisa bersabar dan memaklumi kondisi ini sehingga pembangunan berjalan lancar.

"Dalam waktu dekat, pasar penampungan segera selesai, yang jaraknya sekitar 10 meter di bagian belakang atau bekas parkiran depan Masjid Raya Bukittiggi," jelasnya.

Sehubungan dengan itu, seperti diberitakan sebelumnya, pada Senin 30 Oktober 2017, Pasa Ateh terbakar yang mengakibatkan 365 toko hangus dan berdampak ke 763 toko lainnya di seluruh bagian bangunan.

Kebakaran ini mengakibatkan bangunan berlantai tiga di Pasa Ateh dinilai tak aman dihuni sehingga Pemerintah Pusat akan mengucurkan dana senilai Rp400 miliar untuk membangun ulang pasar tertua di Bukittinggi itu. [Hatta Rizal]