Cetak Buku Nikah Palsu, Dua Tersangka Diamankan Polda Sumbar di Padang

"Aksi kedua tersangka ini diketahui sudah berjalan sejak empat bulan lalu"
Press release penangkapan dua tersangka pembuat buku nikah palsu. (KLIKPOSITIF/Halbert Caniago)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Dua orang tersangka pemalsuan buku nikah berhasil dibekuk tim Ditreskrimum Polda Sumbar pada 8 April 2018 lalu di daerah Muaro Panyalinan, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang sekitar pukul 20.00 WIB.

Dua orang tersangka yang berinisial RS (42) dan ASW (53) dibekuk saat berada di rumah RS yang dijadikan sebagai tempat mencetak buku nikah palsu tersebut. Aksi kedua tersangka ini diketahui sudah berjalan sejak empat bulan lalu.

"Keduanya (tersangka) kami amankan karena telah memalsukan surat negara berupa buku nikah yang diperjual belikan kepada masyarakat," ujar Direktorat Reserse Umum Polda Sumbar, Kombes Pol Erdi Adrimurlan Chaniago, Kamis 12 April 2018 saat press release di Mapolda Sumbar.

Penangkapan tersebut bermula saat seorang masyarakat yang melapor bahwa suaminya telah menikah lagi dan memiliki buku nikah palsu. "Saat mendapatkan informasi, kami langsung melakukan penyelidikan dan mendapati tempat percetakan tersebut," lanjutnya.

Setelah itu, polisi mendatangi lokasi dan menemukan dua orang tersangka sedang mencetak buku nikah yang telah dipesan. "Saat kami mengamankan tersangka, ada 145 unit buku nikah palsu, stempel, pulpen dan 180 pas foto yang akan dipasang di buku nikah palsu tersebut," lanjutnya.

Dia mengatakan, tersangka meminta pasangan yang akan mendapatkan buku nikah palsu tersebut membayar Rp100 hingga Rp200 ribu setiap bukunya. "Dalam pengakuannya empat bulan, tapi kami belum mempercayai begitu saja. Karena jumlah pas foto yang dia miliki sudah sebanyak itu," sambungnya.

Dia menambahkan, kedua tersangka ini terancam dengan pasal 263 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

[Halbert Caniago]