Korban Dugaan Keracunan Makanan di Pasaman Terus Bertambah

"Pada Jumat 13 April 2018 pagi, jumlah korban menjadi 48 orang, termasuk panitia Diklat dan anggota Satpol PP Pasaman"
Bupati Pasaman, Yusuf Lubis mengunjungi para korban dugaan keracunan. (KLIKPOSITIF/Man St Pambangun)

PASAMAN, KLIKPOSITIF -- Korban dugaan keracunan makanan dari CPNS Pemkab Pasaman terus bertambah. Pada Jumat 13 April 2018 pagi, jumlah korban menjadi 48 orang, termasuk panitia Diklat dan anggota Satpol PP Pasaman.

Selain korban dirawat dan diobservasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), korban juga ada di Puskesmas Tapus dan Klinik Yessy Kauman, Kecamatan Rao Selatan. Totalnya, ada sekitar 48 orang yang dibawa ke rumah sakit diantaranya, 46 orang peserta diklat, seorang panitia dan seorang personel Satpol PP.

Direktur RSUD Lubuk Sikaping, dr. Yong Marzuhaili mengatakan, jumlah pasien yang masuk di rumah sakit hingga pagi ini 46 orang dan 22 orang dirawat inap. Ditambah di Puskesmas Tapus dan Klinik Yessy di Kauman Rao Selatan.

"Pagi ini sejumlah korban keracunan masih ada yang diobservasi di IGD RSUD Lubuk Sikaping. Termasuk anggota Satpol PP," ujar Yong Marzuhaili pada KLIKPOSITIF, Jumat 13 April 2018.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Lubuk Sikaping, dr. Rahadian Suryanta menambah kondisi korban mengalami pusing, mual dan muntah serta diare. "Tidak tertutup kemungkinan ada pasien berikutnya. Makanya pihak rumah sakit selalu standby untuk menangani korban dugaan keracunan di IGD rumah sakit," sebutnya.

Korban dugaan keracunan merupakan peserta Diklat Prajabatan Golongan II dan III yang merupakan CPNS Pemkab Pasaman. Jumlah peserta Diklat Prajabatan golongan dua dan tiga Angkatan Pertama ini berjumlah 80 orang.

Mereka ditempatkan di dua penginapan, yakni Hotel Hamco dan Wisma Murni Lubuk Sikaping. Panitia sendiri sudah menutup secara resmi Diklat Prajabatan tersebut tadi sore dan seluruh peserta sudah pulang ke rumahnya masing-masing.

[Man St Pambangun]