Puluhan Orang Menjadi Korban, Wabup Pasaman Perintahkan Dinkes Cek Lapangan

"Wabup Atos juga meminta kepada Dinas Kesehatan agar membicarakan hal tersebut dengan pihak BPJS"
Wakil Bupati Pasaman, Atos Pratama saat membezuk korban dugaan keracunan makanan. (KLIKPOSITIF/Man St Pambangun)

PASAMAN, KLIKPOSITIF -- Wakil Bupati Pasaman, H. Atos Pratama meminta kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) agar turun ke lapangan memastikan kondisi 80 orang peserta Diklat Prajabatan Golongan II dan III yang merupakan CPNS Pemkab Pasaman.

"Jangan hanya menunggu di rumah sakit saja, ayo turun ke lapangan pastikan kondisi mereka. Apakah sebagian yang belum masuk rumah sakit tersebut baik-baik saja," tegas Atos Pratama saat membezuk para korban dugaan keracunan makanan, Jumat siang.

Menurut Wabup, tugaskan seluruh Puskesmas yang ada di masing-masing kecamatan untuk mengecek kondisi peserta Diklat yang telah pulang ke rumahnya masih-masing. Data kembali dimana alamat dan pastikan kondisi mereka.

Sebab, kata Wabup, tidak semuanya mengerti tentang kesehatan, karena ada peserta Diklat yang berasal dari formasi penyuluh pertanian. "Kita atau pemerintah wajib melakukan tindakan untuk menolong mereka. Kepada peserta jangan pernah memikirkan biaya untuk berobat, yang terpenting adalah kesehatan," ujarnya.

Direktur RSUD Lubuk Sikaping, Yong Marzuhaili menyatakan, ada korban dugaan keracunan ini yang tidak sanggup berobat ke rumah sakit karena tidak ada uang. Sebab, dia mendengar pasien tidak ditanggung BPJS Kesehatan karena sudah jadi KLB.

Menyikapi hal itu, Wabup Atos juga meminta kepada Dinas Kesehatan agar membicarakan hal tersebut dengan pihak BPJS terkait dengan komentarnya di media online bahwa BPJS tidak menanggung biaya berobat korban dugaan keracunan ini.

"Masak tidak ditanggung BPJS, CPNS ini setiap bulannya bayar iuran BPJS Kesehatan. Mereka sakit tidak pula ditanggung. Panggil aja pihak BPJS dahulu," tegasnya.

Hingga saat ini, jumlah pasien dugaan keracunan yang masuk rumah sakit sebanyak 48 orang. Dari jumlah tersebut pasien yang dirawat 25 orang.

[Man St Pambangun]