Menegangkan, Wanita di Bukittinggi Ini Melahirkan Tanpa Tenaga Kesehatan

"Wanita ini berasal dari kalangan keluarga miskin"
Jarinis (35) bersama anaknya yang telah tertidur (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI,KLIKPOSITIF -- Seorang wanita di Bukittinggi bernama Jarinis (35) terpaksa melahirkan tanpa dibantu bidan maupun tenaga kesehatan lainnya sekitar pukul 10.00 WIB, Jum'at 13 April 2018 dalam kontrakannya di Gurun Buai RT 003 RW 005, Kelurahan Puhun Tembok, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan.

Dalam kondisi yang menegangkan itu, beruntung anaknya lahir secara normal dan sehat dengan panjang 49 sentimeter dan berat 2,9 kilogram.

Bayi berjenis kelamin perempuan itu, diberi nama Lasmini Ningsih.

"Sudah tak sempat lagi dibawa ke bidan, jadi terpaksa di sini. Untungnya yang punya kontrakan membantu. Saat anak sudah lahir, baru saya minta bantuan bidan untuk memotong tali pusar," jelas sang ayah, Asaik (52).

Asaik mengatakan, selama ini ia juga tak pernah memeriksakan kandungan istrinya ke rumah sakit walau ia memiliki kartu BPJS.

"Selama kehamilan, normal saja, tak ada keluhan," lanjutnya.

Asaik mengaku beruntung kelahiran anaknya berlangsung normal sebab kondisinya sangat terbatas, terutama dari segi ekonomi.

Pekerjaannya hanyalah seorang pengemis yang mengandalkan penghidupan dari belas kasihan orang saja. Hal ini tergambar dari kamar kontrakannya yang sempit dan minim fasilitas.

"Penglihatan saya terganggu, kaki juga lemah, tak mungkin bekerja, istri saya juga demikian," ucapnya memelas.

Pasangan ini berasal dari Lubuk Sikaping dan sudah menetap selama 10 tahun di Bukittinggi.

Saat ini, pasutri miskin tersebut amat membutuhkan biaya untuk merawat bayi mungil itu.

[Hatta Rizal]