Debat Pilwako Padang, Panelis: Jawaban Kedua Paslon Normatif

"ada beberapa jawaban juga tidak relevan dengan pertanyaan yang dilayangkan panelis"
Dr. Aidinil Zetra, salah satu panelis debat Pilwako Padang. (KLIKPOSITIF/Cecep Jambak)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Dr. Aidinil Zetra, salah satu panelis dari tim pakar debat publik pertama Pilwako Padang periode 2019-2024 menyebut, pertanyaan kunci dari panelis cenderung dijawab normatif.

"Ada pertanyaan kunci yang ditanyakan panelis, itu tidak secara tajam dijelaskan oleh kedua paslon," ungkap Wakil Dekan I FISIP Unand ini pada KLIKPOSITIF usai debat, Senin 7 Mei 2018 malam.

"Misalnya, ketika kita menanyakan upaya pemecahan persoalan Kota Padang dari penjabaran visi dan misi dan program yang mereka susun, jawabannya cenderung lebih normatif," tambah Aidinil.

Selain itu, katanya ada beberapa jawaban juga tidak relevan dengan pertanyaan yang dilayangkan panelis. Bahkan, juga sama sekali tidak ditanggapi. "Ketika merespon asyik dengan pikiran sendiri," ungkapnya.

Dari sesi saling tanya jawab, kata Aidinil, kedua paslon juga beberapa kali terjebak dengan pertanyaan sendiri yang dilontarkan, namun justru memberikan jawaban yang cukup cerdas.

Dia berharap pada debat selanjutnya, kedua paslon mempersiapkan diri dengan konsep yang lebih operasional dari visi dan misi yang disusun.

"Bukan hanya pernyataan normatif, namun dioperasionalisasikan sekongkrit mungkin. Sehingga ketika menang paslon akan menjalankan dan menjamin visi dan misi itu dapat diwujudkan. Saya kira ini yang lebih penting," pungkasnya.

Debat pertama yang digelar di Hotel Mercure ini sendiri mengangkat tema "Menghadirkan Pemerintah dalam Kehidupan Masyarakat Menuju Padang Yang Madani dan Lestar".

[Cecep Jambak]