Cuitan Terkait Insiden Mako Brimob Viral, Ini Penjelasan Anggota DPRD Bukittinggi

"jika ada yang tersinggung, terutama dari pihak Kepolisian, dia meminta maaf dan berharap hal ini menjadi pelajaran ke depannya"
Syaiful Efendi saat bertemu dengan Wakapolres Bukittinggi dan memberikan penjelasan terkait cuitannya yang viral di medsos. (istimewa)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -- Teror bom yang terjadi di Surabaya dan serangkaian aksi kerusuhan di Rutan Mako Brimob mengundang simpati dari banyak pihak. Salah satunya dari Wakil Ketua Komisi I DPRD Bukittinggi Syaiful Efendi.

Sebelumnya, cuitan Syaiful Efendi sempat menjadi viral pasca insiden Napi di Mako Brimob, sebab dia mencuit status di facebook "Mako Brimob Tragedi atau Komedi" sehingga menimbulkan polemik di kalangan masyarakat dan kepolisian. 

Menurut Syaiful, dia sama sekali tak mendukung aksi teror bom, apalagi itu menghilangkan nyawa banyak orang. "Islam adalah agama yang sangat damai, tak ada alasan untuk menghilangkan nyawa orang lain," sebutnya.

Syaiful mengatakan, aksi tersebut sama sekali tak bisa dibenarkan dan mengganggu kedamaian, terlebih tidak lama akan masuk bulan suci Ramadan. "Siapapun itu pelakunya, kita sangat tidak setuju," pungkasnya.

Senin 14 Mei 2018, Syaiful mendatangi Polres Bukittinggi akibat statusnya yang menimbulkan kontroversi dan harus mengklarifikasinya. Dia menyebut, status yang dibuatnya itu bukan bermaksud menghina atau merendahkan. 

Dia hanya terbawa suasana dengan banyaknya postingan hoaks yang beredar sehingga merasa resah dan menulisnya di medsos. "Memang saya yang bikin, tapi tak ada maksud apa-apa. Bahkan, saya tak menyangka akan viral seperti ini," ucapnya.

Dia menambahkan, jika ada yang tersinggung, terutama dari pihak Kepolisian, dia meminta maaf dan berharap hal ini menjadi pelajaran ke depannya. Pantauan KLIKPOSITIF, screenshoot status tersebut sudah beredar luas di grup Whatsapp pada 10 Mei 2018 lalu dan sudah dihapus oleh yang bersangkutan.

Sementara itu, Wakapolres Bukittinggi, Kompol Albert Zai mengatakan, Syaiful Efendi sudah mengklarifikasi dan sudah meminta maaf atas kesalahannya dalam postingan tersebut. (*)