Senja Kelabu di Kotobaru, Jelang Puasa Widya Pergi untuk Selamanya

"Widya sempat membersihkan kuburan neneknya sebelum mandi-mandi di sungai tersebut"
Pencarian korban hanyut di Solok. (KLIKPOSITIF/Syafriadi)

Tak seperti biasanya, Minggu 13 Mei 2018, Nagari Kotobaru, Kabupaten Solok mendadak ramai. Orang hilir-mudik sibuk tak menentu, jembatan Kotobaru yang biasanya sepi disesaki masyarakat yang melongok kearah Batang Lembang. Ternyata, air besar dan keruh mengalir menghanyutkan tiga orang warga.

Syafriadi - SOLOK

Konon kabar yang beredar di masyarakat pada senja itu, Widya Apriana (23) bersama sepupunya Fatih (6) dan seorang temannya Habib (23) terseret air yang tiba-tiba membesar ketika tengah mandi sore itu. Ambulance berseliweran bersama Tim SAR gabungan yang seketika itu langsung melakukan pencarian.

Sekira pukul 20.00 WIB malam, Widya ditemukan tidak bernyawa di tapian mandi jorong Kajai Koto Baru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok. Anak ke dua dari tiga bersaudara, buah hati pasangan Irsal dan Dewi itu pergi untuk selamanya. Mahasiswi tahun terakhir pada perguruan tinggi swasta itu terbujur kaku seakan melumpuhkan harapan kedua orang tuanya.

Isak tangis keluarga, rasa duka yang dalam dari pihak tetangga, bercampur dengan suasana pilu kerabat dekat pegawai THL (Tenaga Harian lepas) kantor Bupati Solok itu. Seketika orang sekitar tersentak, tidak disangka ajudan Asisten II Setda Kabupaten Solok itu pergi begitu cepat dalam usia yang sangat belia pula.

"Widya pergi untuk selamanya, ini sebuah duka yang sangat dalam bagi keluarga. Apalagi sebentar lagi masuk bulan suci, maafkan segala kesalahan dia," ungkap Irsal seperti dikatakan salah seorang tetangganya, Aznul Hakim.

Beragam informasi berkembang ketika Almarhumah masih disemayamkan di rumah duka di Perumahan Batubatupang Indah Kotobaru, Senin kemarin. Kabar tersiar Widya bersama sepupunya (Fatih), hanyut dan hilang bersama teman dekatnya (Habib) ketika sedang mandi di sungai.

Mereka bertiga hanyut diseret air bah Sungai Batang Lembang. Cerita dari mulut ke mulut lantas berkembang simpang siur ditengah masyarakat perihal krinologi ... Baca halaman selanjutnya