Kemenhub Minta Pengamanan Fasilitas Transportasi Diperpanjang

"Pengamanan ini melibatkan aparat keamanan seperti Polri dan TNI"
Menteri Perhubungan, Budi Karya. (internet)

KLIKPOSITIF -- Kementerian Perhubungan langsung meningkatkan pengamanan di bandara, pelabuhan, stasiun dan terminal di Indonesia pascateror bom di Surabaya, Jawa Timur. Pengamanan ini melibatkan aparat keamanan seperti Polri dan TNI.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, pengamanan sudah mulai dilakukan sejak Minggu (13/5) pekan lalu atau setelah teror bom terjadi di Jawa Timur. Rencananya, pengamanan ekstra ini akan dilakukan sampai dua minggu kedepan.

"Sejak hari Minggu saya sudah menyampaikan kepada semua pengelola bandara, pelabuhan, terminal dan stasiun untuk meningkatkan keamanan," ujar Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, dilansir dari suara.com, jaringan Klikpositif Nasional Network (KPNN).

Budi mengajak pengunjung atau calon penumpang untuk memahami hal tersebut. Sebab, keamanan yang berlebih ditunjukkan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

"Sementara ini kami menetapkan selama dua minggu. Nanti dievaluasi mengingat kita berdasarkan informasi dari BIN dan Polri, apa yang disarankan kami lakukan. Kalau memang sampai lebaran, kami lakukan," kata Menhub.

Dia menegaskan, hingga saat ini belum ada gangguan keamanan di bandara, terminal, stasiun dan pelabuhan. Meski begitu, sempat ada informasi tidak benar terkait adanya dugaan bom di bandara Ahmad Yani Semarang.

Lebih jauh, dilakukan juga penambahan jumlah personel dari pihak kepolisian dan TNI untuk melakukan pemeriksaan di mulai dari kendaraan yang ingin masuk ke bandara. "Jadi ada double screening masuk bandara itu. Kami mengupayakan juga ada pengamanan tertutup, kalau ada yang mencurigakan bisa menanganinya lebih baik," katanya.

Khusus untuk di Bandara Soekarno-Hatta, jumlah petugas keamanan dibantu aparat TNI dan Polri sebanyak 2.000 orang. Jumlah tersebut sudah ditambah dengan lebih dari 200 personel. (*)