Surabaya Jadi Rebutan Adu Gengsi 4 Kelompok Teroris?

"Hal itu sudah tidak mengherankan"
Kobaran api akibat letusan bom di sebuah gereja di Surabaya (Telegraph)

NASIONAL, KLIKPOSITIF -- Kota Surabaya menjadi dirundung aksi teror bom sejak Minggu 13 Mei 2018 pagi. Tidak tanggung-tanggung, dalam sehari ibukota Provinsi Jawa Timur tersebut dirundung 4 aksi teror bom.

Tidak sampai disana, aksi teror kemudian berlanjut di Mapolrestabes Surabaya pada Senin 14 Mei 2018 pagi. Semua teror tersebut dilakukan kelompok yang mengusung platform jihad.

Bagi seorang mantan teroris, Ali Fauzi, hal itu sudah tidak mengherankan. Ia menjelaskan, Surabaya memang dikenal sebagai kota persaingan gengsi antar kelompok pengusung platform jihad.

"Ada empat kelompok yang bersaing di Surabaya," katanya. Keempat kelompok tersebut antara lain ialah Jamaah Islamiah (JI), Jamaah Ansharut Daulah (JAD), Jamaah Ansharusy Syariah (JAS), dan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT).

Ali memaparkan, Surabaya menjadi ajang adu gengsi keempat kelompok teroris tersebut juga karena persoalan ekonomi.

Ia menuturkan, harga bahan-bahan bom di Surabaya terbilang murah. Selain itu, di Surabaya mereka lebih mudah mendapatkan bahan-bahan kimia untuk pembuatan bom secara legal.

"Orang-orang mengira pembuatan bom mematikan memerlukan biaya yang besar. Itu salah. Bahan bom itu paling mahal 1 kilonya Rp 20 ribu," papar dia.

Selain itu, Ali menjelaskan bahwa banyak warga Surabaya yang ahli dalam proses pembuatan bom.

"Sumber daya manusia tersedia di kota ini. Artinya orang yang punya kemampuan untuk meracik, merakit, di Surabaya cukup banyak," jelasnya.

Ali menambahkan, orang-orang tersebut sangat terampil dan memiliki tekad kuat untuk mati syahid.

"Orang-orang JI ada juga yang menyeberang ke JAD, para pelaku yang sudah siap ijtihad, bahasa mereka mati syahid, (lewat) bom bunuh diri. Dan mereka paham area tanpa perlu observasi lapangan," pungkasnya.(*)

Sumber: Suara.com