Saafroedin Bahar Wafat, Tokoh Sumbar yang Banyak Berjasa untuk Sumbar dan Semen Padang

()

PADANG, KLIKPOSITIF -- Brigjen TNI (Purn) Dr Saafroedin Bahar yang lahir di Padang Panjang, 10 Agustus 1937 menghembuskan nafas terakhirnya di Jakarta, 6 Juli 2018.

Kabar duka tersebut didapat KLIKPOSITIF .com, Jumat malam dari pesan singkat yang masuk di Whatsapp maseger.

baca juga:

Saafroedin Bahar, disemayamkan di rumah duka Komplek Sekneg E 20, cidodol Jakarta Selatan. Namun hingga saat ini belum diketahui secara pasti sebab meninggalnya purnawirawan yang juga pernah menjadi Komisaris Utama PT. Semen Padang pada tahun 1999 sampai tahun 2003.

Meninggalnya mantan Komut Semen Padang Tersebut juga dibenarkan oleh Komisaris PT Semen Padang saat ini, Khairul Jasmi.

baca juga:

"Benar beliau telah mendahului kita, rumah duka di Jakarta Selatam," kata Khairul Jasmi.

Khairul menambahkan, sosok Saafroedin Bahar tidak asing bagi dirinya. "Ide-idenya banyak. Saya juga pernah membuat buku tentang sejarah Semen Padang bersama Mestika Z atas permintaan beliau," kata Khairul Jasmi.

baca juga:

Ia menambahkan, jasa beliau banyak kalau harus dibeberkan.

Selain menjadi Komut di PT Semen Padang, almarhum yang merupakan seorang intelektual TNI juga dikenal sebagai ilmuwan sosial dan politik, pengajar, budayawan dan politisi.

baca juga:

Dalam karirnya, almarhum juga pernah tercatat sebagai Staf Ahli Menteri Sekretaris Negara Bidang Politik, Anggota Fraksi ABRI di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI), dan Asisten Menteri Sekretaris Negara Bidang Persatuan dan Kesatuan Bangsa.

Saafroedin Bahar juga pernah beraktivitas sebagai Komisioner Komnas HAM Bidang Perlindungan Hak Masyarakat Hukum Adat, serta menjadi Dosen Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Selain itu dia juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan Minangkabau.

Di kampung halamnya, beliau pernah menjabat Sekretaris Umum pertama Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau(LKAAM) (1966-1972) Sekretaris Umum pertama Lembaga dan Yayasan Gebu Minang (1989-2000), Memimpin MAPPAS (Masyarakat Peduli Pariwisata Sumatera Barat) Mendorong diskusi panel Pelurusan Sejarah Tuanku Imam Bonjol Aktif dalam penyusunan Kompilasi Hukum Adat Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK)

Almarhum juga tercatat pernah menuntut pendidikan S1 Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (1959)Pendidikan Non-Degree, Universitas Princeton , Amerika Serikat (1973-1974)Pendidikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) KR XVII, Bandung (1981)Doktor Ilmu Sosial, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (1996)Pendidikan Non-Degree, Universitas Oxford, Inggris (1997)

Penulis: Eko Fajri