Pencarian ABK Bagan KM Arung Samudera Dihentikan

"Kepala Kantor SAR Bengkulu, telah berkoordinasi dengan pihak keluarga para korban, termasuk Pemda Bengkulu, TNI dan Polri. Keluarga korban telah mengikhlaskan untuk penghentian pencarian"
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/ Eko Fajri)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Sepekan berlalu, pencarian tiga orang Anak Buah Kapal (ABK) KM Arung Samudra yang hilang di Perairan Kepulauan Mentawai, Minggu 5 Agustus 2018 dihentikan.

Kepala Basarnas Kabupaten Kep Mentawai, Akmal menyebut, meski dihentikan, pihaknya bersama SAR Padang dan Bengkulu tetap memantau informasi keberadaan ketiga korban.

"Kalau nantinya kami mendapat informasi tiga ABK itu ditemukan, kami akan bantu untuk mengevakuasi. Kami berharap kepada nelayan yang melaut di perairan Mentawai, untuk melaporkan kepada jika nantinya menemukan tiga ABK yang hilang itu," kata Akmal, Sabtu 11 Agustus 2018.

Katanya, Kepala Kantor SAR Bengkulu, telah berkoordinasi dengan pihak keluarga para korban, termasuk Pemda Bengkulu, TNI dan Polri. Keluarga korban telah mengikhlaskan untuk penghentian pencarian.

Dengan penghentian pencarian, kata dia, maka seluruh instansi yang turut terlibat dalam melakukan pencarian telah dikembalikan ke instansinya masing-masing, termasuk aparat TNL AL dari Lanal Mentawai dan Lanal Bengkulu, serta Polair dari Polres Mentawai.

"KN SAR Yudisthira 227 dari SAR Padang, sudah berada di Padang. Kapal milik SAR Bengkulu dan Pesawat CASA-212 milik TNI AL dari Lantamal IV Tanjung Pinang yang diturunkan oleh Lanal Bengkulu, juga sudah kembali ke Bandara Halim Perdana Kusuma pada Jumat kemarin," ujarnya.

Sebelumnya, Minggu sore, 5 Agustus 2018, bagan KM Arung Samudra dengan nama lambung Mama Muda 04 mengalami kebocoran di perairan Kepulauan Mentawai, Sumbar, atau berjarak 104 NM dari Dermaga Bungus Teluk Kabung.

Tiga korban hilang, bernama bernama Okta (32), Siad (33) dan Aldo (34). Enam ABK lain dan satu kapten kapal berhasil selamat. [Cecep Jambak]