Lulus Kuliah di Mesir, Dua Gadis Dhuafa Asal Pasaman Ini Butuh Uluran Tangan

"Dua putri yatim piatu dan kurang mampu ini sangat membutuhkan uluran tangan dari para dermawan untuk bisa melanjutkan studi"
Dua gadis dhuafa asal Pasaman yang lulus kuliah di Mesir butuh bantuan. (istimewa)

PASAMAN, KLIKPOSITIF -- Dua orang perempuan muda asal Kabupaten Pasaman, Sumbar berhasil lulus di Universitas Al Azhar Kairo Mesir tanpa beasiswa. Dua putri yatim piatu dan kurang mampu ini sangat membutuhkan uluran tangan dari para dermawan untuk bisa melanjutkan studi setelah dinyatakan lulus oleh Kementrian Agama RI.

Dua perempuan muda itu adalah Rani Fardila, siswi lulusan MAN I Pasaman yang merupakan anak yatim piatu dari Nagari Pintu Padang, Kecamatan Mapattunggul kelahiran 15 Februari 2000. Kemudian, Amanda Febrianti, lulusan MAN I Pasaman anak kurang mampu karena orang tuanya bercerai asal Kecamatan Padang Gelugur.

Untuk sampai ke Mesir, keduanya membutuhkan biaya Rp82.180.000. Masing-masing butuh biaya Rp47.995.000, dana tersebut digunakan untuk biaya kitab-kitab asasi Rp6.105.000 dan biaya keberangkatan serta administrasi Rp41.090.000.

"Kami sangat berharap bisa melanjutkan studi S1 di Mesir karena ini menjadi cita-cita kami. Namun, kami tersandung masalah biaya yang sangat besar, sementara kami orang yang tidak mampu," kata Rani Fardila kepada KLIKPOSITIF, Minggu 19 Agustus 2018 sore.

Menurut Rani, selama ini dia tinggal bersama neneknya di Jorong Pintu Padang, Kecamatan Mapattunggul karena kedua orang tuanya telah meninggal dunia. Ia dibesarkan oleh nenek dan keluarga ayahnya sejak kecil hingga bisa lulus di MAN I Pasaman di Lubuk Sikaping.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Amanda Febrianti kelahiran 1 Februari 2001 juga tinggal bersama neneknya karena orang tuanya telah berpisah. Sehingga, pahitnya kehidupan telah mereka rasakan dan bisa tamat di MAN I Pasaman.

"Saat ini kami berdua lulus di Universitas di Mesir. Namun kami tidak mempunyai biaya sebanyak itu dan kami sangat membutuhkan uluran tangan dari para dermawan," harapnya.

Dikatakannya, kedua mahasiswi ini akan berangkat ke Mesir pada bulan September 2018 lusa. Mereka harus bisa mengumpulkan biaya hingga tanggal 31 ... Baca halaman selanjutnya