Wali Kota Bukittinggi Cabut Izin Colour Run 2018, Panitia Meradang

"izin pembatalan dari wali kota, dinyatakan setelah adanya koordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar dan pihak terkait lainnya."
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias (KLIKPOSITIF)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kota Bukittinggi memutuskan mencabut izin penyelenggaran Bekate Colour Run 2018 yang sedang kontroversial di tengah masyarakat.

Direncanakan, iven ini dilakukan pada Minggu 21 Oktober 2018, dipusatkan di Lapangan Kantin dan disimpulkan Pemko Bukittinggi identik dengan kegiatan Lesbian Gay Biseksual and Transgender (LGBT).

"Benar, Wali Kota Bukittinggi batalkan izin acara tersebut," sebut Kabag Humas Pemko Bukittinggi Yulman, Minggu 7 Oktober 2018.

Yulman mengatakan, izin pembatalan dari wali kota, dinyatakan setelah adanya koordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar dan pihak terkait lainnya.

"Setelah diselidiki, ada unsur LGBTnya, tentu kita tak ingin nodai Bukittinggi dengan hal tersebut. Suratnya memang belum dikeluarkan, sebab itu masih pernyataan Wali Kota. Kendati demikian, secara prinsip izinnya memang dibatalkan,"ungkap Yulman.

Sementara, salah satu panitia Bekate Colour Run 2018, Rendi, lewat sambungan telpon membantah keras tudingan LGBT tersebut.

"Kita sudah pernah adakan iven serupa tahun 2015 di Bukittinggi, aman-aman saja. Kami juga tak mengerti kenapa disebut mendukung LGBT?,"tanyanya heran.

Saat ini, kata Rendy, sudah terdaftar peserta sebanyak 700an dari target 5000an peserta.

"Awalnya lancar saja, di tengah jalan kita dapat fitnah seperti ini, jelas saja kami sangat keberatan disebut mempropagandakan LGBT, kita cuma ngadakan Jalan Santai 5 Kilometer saja kok dan pesertanya anak muda yang kreatif saja,"ujarnya kecewa.

Rendi mengatakan, pihaknya berencana mengadakan audiensi dengan Wali Kota dan pihak terkait lainnya agar kegiatan tersebut bisa digelar.

[Hatta Rizal]