Bertemu Penderita Gangguan Jiwa di Sawahlunto? Laporkan ke Dinsos!

"Dinsos mencatat, saat ini ada sekitar 84 ODGJ di Kota Sawahlunto"
Ilustrasi (Net)

SAWAHLUNTO, KLIKPOSITIF -- Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos PMD-PPA) Kota Sawahlunto mengimbau masyarakat jika menemukan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) diharapkan mau melaporkan ke Dinsos Sawahlunto.

Dinsos mencatat, saat ini ada sekitar 84 ODGJ di Kota Sawahlunto. Namun data tersebut belum terlalu valid karena keberadaan OGDJ masih terus diperbaharui.

Kepala Bidang Sosial, Dinsos PMD-PPA Kota Sawahlunto, Nurhasnah mengaku selama tahun 2018 pihaknya sudah menangani 2 ODGJ, hal ini berkurang dibandingkan dengan tahun 2017 sebanyak 5 ODGJ dan 7 ODGJ pada tahun 2016.

Ia menyebutkan, penanganan ODGJ bersifat insidentil, maksudnya tidak dibatasi, tergantung ada laporan dari masyarakat melalui pemerintah Lurah/Desa.

Meski begitu, tidak semua ODGJ ditangani oleh Dinsos PMD karena ada juga pihak keluarga yang malu untuk melaporkan karena menganggap aib atau pihak keluarga mampu membiayai melakukan pengobatan sendiri.

"Bagi masyarakat yang memiliki keluarga yang mengalami ODJG jangan malu, secepatnya dilaporkan ke Dinsos, guna mendapatkan pelayanan dan bisa dirujuk ke RS HB Saanin, Padang," kata Nurhasnah, Senin 8 Oktober 2018.

"Jika ada yang melaporkan kepada kami, akan lakukan penanganan. Biaya pengobatannya akan dilihat hasil observasi yang dilakukan oleh Psikiater. Psikiater akan menentukan kategori yakni depresi ringan, sedang, dan berat," sambungnya.

Nurhasnah menambahkan, faktor penyebab ODGJ sangat beragam, diantaranya faktor ekonomi, keluarga, dan narkoba. Jaminan dari Dinsos PMD kepada ODGJ diobati sampai sembuh, setelah sembuh akan dilakukan pembinaan.

"Setelah pengobatan selesai, kami melakukan pengawasan dan pembinaan terutama pada pihak keluarga, seperti memperhatikan penggunaan obat yang teratur. Harapannya semakin sedikit ODGJ di Sawahlunto," tutupnya.

[Muhammad ... Baca halaman selanjutnya