Mengundang Polemik, Desain Pedestrian Jam Gadang Akhirnya Diubah

"erubahan desain diharapkan mengakhiri polemik di tengah masyarakat dan tak ada lagi yang mengaitkan dengan mata dajjal maupun simbol iluminati"
Desain pedestrian Jam Gadang yang menjadi polemik. (istimewa)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kota Bukittinggi akhirnya menyerah setelah dibully banyak pihak terkait desain Pedestrian Jam Gadang yang disebut mirip mata dajjal dan sepakat untuk mengubah desain itu.

Ketua Komisi III DPRD Bukittinggi Rusdi Nurman menyebut, keputusan itu disepakati setelah ada pertemuan dengan pihak Pemko. "Betul, desainnya sedikit dirubah, terutama di bagian yang menghebohkan itu," sebut Rusdi Nurman saat dikonfirmasi KLIKPOSITIF, Selasa 9 Oktober 2018.

Politisi Partai Demokrat itu menyebut, perubahan desain diharapkan mengakhiri polemik di tengah masyarakat dan tak ada lagi yang mengaitkan dengan mata dajjal maupun simbol iluminati.

"Walau diubah, tak berarti itu pembenaran. Tak ada simbol itu, ini untuk mencegah polemik berkepanjangan ditengah masyarakat dan kita tak menyalahkan siapapun," sebutnya.

Sebelumnya, Kota Bukittinggi dihebohkan setelah muncul foto desain pedestrian Jam Gadang di media sosial. Desain Jam Gadang pada bagian tengah, dianggap netizen mengadopsi simbol Dajjal. Pemerintah Kota Bukittinggi lewat Kepala Bagian Humas Bukittinggi Yulman membantah keras hal ini.

Menurutnya, desain berbentuk elips yang beredar di media sosial adalah sesuatu yang salah sebab desain asli berbentuk lingkaran.

"Itu bukan elips, tapi berbentuk lingkaran. Yang beredar itu kan foto dari maket atau kertas yang diambil, bukan desain aslinya. Kami tak mungkin mendesain seperti itu, kami juga takut dosa," ucapnya.

Saat ini Taman Pedestrian Jam Gadang tengah direvitalisasi Pemerintah Kota Bukittinggi dengan menghabiskan anggaran sekitara 16,4 miliar rupiah dan ditargetkan selesai sebelum pergantian tahun ini.

[Hatta Rizal]