Terdampak Banjir, 500 Rumah Terendam di Nagari Lubuk Layang

"Data sementara kerugian akibat banjir di nagari tersebut diperkirakan sekitar Rp2 miliar"
Warga membersihkan peralatan rumah tangga mereka usai banjir di Pasaman. (KLIKPOSITIF/Man St Pambangun)

PASAMAN, KLIKPOSITIF -- Sebanyak 500 unit rumah warga terendam di delapan Kejorongan di Nagari Lubuk Layang Kecamatan Rao Selatan, Kabupaten Pasaman-Sumbar sejak Selasa 9 Oktober 2018 tengah malam. Data sementara kerugian akibat banjir diperkirakan sekitar Rp2 miliar.

Kerugian terbesar terdapat pada hanyutnya lahan pertanian baik sawah maupun perkebunan jagung. Kemudian kolam ikan warga juga banyak yang hanyut. Hingga saat ini masih ada rumah warga yang terendam banjir. Pemerintah Nagari masih siaga terkait dengan dampak banjir susulan, apalagi cuaca masih mendung dan berpotensi hujan.

Wali Nagari Lubuk Layang, Ermin mengatakan, delapan kejorongan yang terdampak banjir tersebut adalah Jorong Lubuk Layang, Jorong Tanjung Beriang, Jorong Padang Nuna, Jorong Kubur. Kemudian, Jorong Curanting, Jorong Tanjung Air, Jorong Kampung Tuen dan Jorong Simpang Empat.

Menurut Wali Nagari, sejak terjadi banjir hingga saat ini belum ada pihak BPBD Pasaman yang melakukan pendataan ke Nagarinya. Buktinya, pihak BPBD Pasaman tidak pernah meminta data atau berkoordinasi ke kantor wali nagari.

Data sementara yang dihimpun Pemerintah Nagari Lubuk Layang kerugian akibat banjir sekitar Rp2 miliar lebih. Kerugian itu terdapat pada sawah warga terendam sekitar 150 hektar dan sebagian besar gagal panen, kolam ikan warga sekitar 300 buah

Kemuidan jembatan gantung di Jorong 4 Kubu Nagari Lubuk Layang yang dibangun Rp450 juta ludes dihantam banjir. Selain itu perkebunan jangung gagal panen sekitar 200 hektar. "Tinggi air di rumah warga sekitar satu meter lebih. Dan sebagian saat ini masih ada yang terendam," sebutnya.

[Man St Pambangun]