Walhi: Banjir di Rao Pasaman Akibat Buruknya Pengelolaan Daerah Aliaran Sungai

"Banjir yang melanda Kecamatan dan sekitarnya juga disebabkan rusaknya DAS Rokan"
Warga menggunakan rakit sebagai alat transportasi di tengah banjir (KLIKPOSITIF/Man St Pambangun)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) sumatera Barat menilai, banjir yang melanda Kecamatan Rao dan Rao Utara, Kabupaten Pasama disebabkan karena buruknya pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS).

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Divisi PS/PRB Walhi Sumatera Barat, Tomi Adam. Menurut dia, DAS yang buruk ditandai dengan banyaknya kejadian bencana ekologis seperti (Banjir, Banjir Bandang longsor, Kekeringan).

"Sedangkan untuk DAS yang baik adalah yang mampu mendukung kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan yang ada didalamnya," katanya dalam sebuah pernyataan resmi yang diterima KLIKPOSITIF.

Ia menjelaskan, untuk kawasan yang terdampak banjir di dua kecamatan tersebut, masuk dalam kesatuan Wilayah aliran Sungai (DAS) Rokan yang bermuara ke Provinsi Riau.

"Jadi sangat kuat dugaan banjir yang melanda Kecamatan dan sekitarnya juga disebabkan rusaknya DAS Rokan," jelas Tomi.

Tomi memaparkan, kerusakan DAS biasanya ditandai dengan rusaknya catchment area, rusaknya bisa saja karena deforestasi hutan sehingga tidak ada lagi ruang untuk menampung air yang jatuh (hujan) dalam suatu DAS.

Sebab, di desa yang jadi terdampak banjir yakni di Nagari Lubuk Layang, Nagari Lansek Kadok dan Nagari Tanjung Betung berada pada posisi topografis yang datar hingga curam dengan ketinggian mulai dari 200 meter sampai dengan 900 meter.

"Sehingga sangat memukimkan terjadinya banjir bandang, apalagi wilayah hulu dari sungai-sungai yang mengalir pada nagari yang dilanda banjir tersebut diketahui merupakan kawasan hutan," papar dia.

Apalagi sebut dia, wilayah-wilayah hutan tersebut sudah beralih fungsi menjadi areal perladangan dan perkebunan yang berperan sebagai kawasan penyangga dengan tutupan hutan yang baik.

"Misalnya kita bisa melihat citra satelit Geoeye yang disediakan Google Earth menunjukan bahwa penggunaan lahan di Nagari Lansek Kadok adalah sawit dengan luasan yang sangat tinggi," ... Baca halaman selanjutnya