Longsor Tanah Datar, Dua Meninggal Dunia dan Dua Orang Lagi Hilang

"akibat longsor setengah dari kampungnya hancur dan mengakibatkan 2 warga meninggal sementara 2 lainnya hilang"
Satu unit rumah terlihat dihantam longsor di Tanah Datar. (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

TANAH DATAR, KLIKPOSITIF -- Longsor besar terjadi Ranah Batu, Jorong Piubuah, Nagari Tanjung Bonai, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar pada Kamis 11 Oktober 2018, sekitar pukul 18.30 WIB.

Wali Jorong Piubuah Haris menyebut, akibat longsor setengah dari kampungnya hancur dan mengakibatkan 2 warga meninggal sementara 2 lainnya hilang. Ia menyebut, longsor terjadi secara cepat sehingga para korban yang saat itu berada di rumahnya tak sempat menyelamatkan diri.

Longsor berasal dari Gunung Sago yang kemudian dengan cepat menyapu perkampungan di lembahnya. "Salah satu korban, ditemukan 2 kilometer dari rumahnya," sebut Haris saat dikonfirmasi KLIKPOSITIF, Jum'at 12 Oktober 2018.

Data yang berhasil dihimpun KLIKPOSITIF dari Kepala Seksi Bantuan dan Jaminan Sosial Dinas PPPA Tanah Datar Zainal menyebut terdata sebanyak 7 rumah dan 1 rice milling hancur. "Total korban terdampak sebanyak 26 jiwa, rata-rata terluka dan sudah dievakuasi ke rumah sakit,"ujarnya.

Saat kejadian, ketinggian longsor yang menghantam perkampungan itu mencapai titik tertinggi hingga 3 meter, kata Zainal. Pantauan di lapangan, kerusakan di lembah Gunung Sago itu mencapai panjang 2 kilometer dengan lebar rataan 100-150 meter sementara kedalaman lumpur berkisar 1,5 meter.

Kampung itu benar-benar hancur berantakan disapu material berupa lumpur, batu dan kayu-kayuan. Sejumlah areal persawahan juga turut rusak parah. Kejadian ini merupakan bencana longsor pertama di wilayah itu.

Saat ini kesibukan luar biasa masih terjadi di lokasi, sejumlah tim pencari masih mencari jasad korban yang diduga terbawa material. Sementara, jalan raya Payakumbuh-Lintau sudah bisa dilalui kendaraan dengan sistem buka-tutup.

[Hatta Rizal]