Gubernur Sumbar Sepakat Mitigasi Bencana Terintegrasi dengan Mata Pelajaran

"Dikhawatirkan dengan bertambahnya mitigasi bencana sebagai mata pelajaran malah menjadi tidak efektif pengetahuan yang didapatkan siswa."
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno. (istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Gubernur Sumbar Irwan Prayitno lebih sepakat pendidikan mitigasi bencana terintegrasi saja dengan mata pelajaran yang sudah ada di sekolah ketimbang masuk kurikulum dan menjadi mata pelajaran baru.

Hal itu menurutnya akan menjadi beban bagi siswa melihat banyaknya saat ini mata pelajaran dari sekolah. Belum lagi PR (pekerjaan rumah) tugas dari guru masing-masing mata pelajaran.

"Kemarin habis subuh, anak saya paling bungsu datang kepada saya, dia mengeluh saking banyak mata pelajaran belum lagi PR," ujarnya, Jumat 12 Oktober 2018 di Padang.

Dijelaskannya, di negara maju seperti Australia dan Amerika mata pelajarannya hanya empat mata pelajaran saja sedangkan, di Indonesia puluhan mata pelajaran. Dikhawatirkan dengan bertambahnya mata pelajaran malah menjadi tidak efektif pengetahuan yang didapatkan siswa.

"Saya setuju, tapi akan lebih baik terintegrasi saja dengan mata pelajaran lain yang penting program mitigasi masuk. Sekolah kan bisa sosialisasi bencana, ruang itu yang harus dimanfaatkan sehingga siswa pahan kebencanaan," terangnya.

Irwan Prayitno meminta kepada daerah (bupati dan walikota) untuk menyiapkan langkah kesiapsiagaan bencana di daerah masing-masing. Serta melakukan beberapa langkah teknis agar masyarakat waspada terhadap bencana. Hal itu melihat kerentanan dan ancaman gempa bumi dan Tsunami di Palu dan Donggala hampir sama dengan Sumbar.

[Joni Abdul Kasir]