Normalisasi Sungai Butuh Biaya Triliunan, Gubernur: Kita Gak Mampu

"Irwan menjelaskan normalisasi hanya bisa dilakukan dengan cara pengerukan di bagian sungai yang mengalami pendangkalan"
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Banjir dan longsor yang melanda 11 kabupaten dan kota di Sumbar harus menjadi pembelajaran agar manusia tidak merusak alam. Kondisi air yang luar biasa mengindikasikan adanya faktor kerusakan alam.

Ada beberapa langkah yang harus dilakukan pemerintah, mulai dari pencegahan pembabatan hutan secara masif oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, menindak pertambangan liar serta langkah normalisasi sungai sehingga dapat menampung air.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, normalisasi sungai sulit dilakukan karena memakan biaya triliunan. Langkah yang bisa dilakukan hanya memperbaikan di beberapa bagian sungai yang berpotensi menyebabkan banjir seperti penyempitan di kiri-kanan jembatan, perumahan dan fasilitas umum sepanjang aliran sungai.

"Jadi gini, kalau normalisasi tahu gak berapa duitnya, triliunan. Gak ada duit kita," ujarnya, Senin, 15 Oktober 2018 di Padang.

Irwan menjelaskan normalisasi hanya bisa dilakukan dengan cara pengerukan di bagian sungai yang mengalami pendangkalan, kemudian memperbaiki serta membersihkan aliran sungai.

"Pembersihan hulu sungai pun sulit dilakukan, sebab sungai kebanyakan berkelok - kelok seperti sungai Batang Kuranji di Kota Padang," katanya.

Menurutnya Gubernur, juga perlu kesadaran masyarakat untuk menjaga alam sehingga hujan tidak menjadi bencana dan menimbulkan korban.

"Banjir dan longsor penomena alam kita tidak bisa pungkiri tapi kita harus siap dan selalu menjaga alam," tukas Irwan.

Joni Abdul Kasir