Pemerintah Australia Minta Warganya Tak Naik Lion Air

"Penerbangan yang dimaksud adalah bagi wisatawan maupun perwakilan pemerintah Australia di Indonesi"
Ilustrasi (Asia Nikkei)

NASIONAL, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Australia menanggapi tragedi jatuhnya pesawat Lion Air JT610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat kemarin dengan sebuah permintaan khusus pada warganya.

Sebuah layanan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia, Smartraveler meminta agar warga negeri Kangguru tersebut tidak menggunakan maskapay Lion Air untuk penerbangan.

Penerbangan yang dimaksud adalah bagi wisatawan maupun perwakilan pemerintah Australia di Indonesia.

"Menyusul jatuhnya pesawat Lion Air pada 29 Oktober 2018, para pejabat dan pekerja pemerintah Australia telah diperintahkan untuk tidak terbang dengan Lion Air atau maskapai penerbangan mereka," pesan Smartraveler dalam laman resminya.

Pemerintah Australia di Ibu Kota Canberra mengatakan, larangan tersebut berlaku hingga hasil penyelidikan penyebab kecelakaan pesawat nahas itu diketahui.

Diberitakan sebelumnya, Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 jatuh di Perairan Tanjung Karawang. Pesawat jenis Boeing 737 MAX tersebut diduga jatuh sekitar 13 menit setelah lepasa landas dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

Pesawat berangkat dari Jakarta dan diperkirakan tiba di Pangkal Pinang pada jam 07.20 WIB.

Namun, jam 06.22 WIB, pilot menghubungi Jakarta Control dan menyampaikan permasalahan flight control saat terbang di ketinggian 1.700 ft dan meminta naik ke ketinggian 5.000 ft. Jakarta Control mengijinkan pesawat naik ke 5.000 ft.

Pada jam 06.32 WIB, Jakarta Control kehilangan kontak dengan pesawat PK-LQP. Pada sekitar jam 08.00 WIB, KNKT menerima informasi dari pihak Lion Air mengenai kejadian dimaksud.

KNKT pun langsung membentuk command center di kantor KNKT, untuk berkoordinasi dengan pihak Lion Air, BASARNAS, AirNav Indonesia, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, BPPT, PELINDO II, BMKG, Otoritas Pelabuhan Tanjung Priuk dan pihak ... Baca halaman selanjutnya