Tidak Lulus Verifikasi CPNS 2018, Puluhan Orang Serbu DPRD Padang

"kedatangan mereka didasari atas rasa kecewa dengan keputusan Pemerintah Kota Padang yang menggagalkan 45 persen peserta CPNS 2018"
Demo CPNS di DPRD Padang. (KLIKPOSITIF/Halbert Caniago)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Puluhan masyarakat Kota Padang mendatangi gedung bundar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang untuk menyampaikan aspirasi terkait tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018. Ini dilakukan karena gagalnya sekitar 3500 orang lebih peserta CPNS 2018 dalam verifikasi administrasi di Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Koordinator Lapangan, Toni Kusmiran mengatakan, kedatangan mereka didasari atas rasa kecewa dengan keputusan Pemerintah Kota Padang yang menggagalkan 45 persen peserta CPNS 2018 atau mencapai 8.000 orang.

"Tidak lolosnya kami dalam hal verifikasi administrasi hanya karena legalisir KTP atau KK serta akreditasi jurusan saja," ujarnya.

Dalam orasinya, dia mengatakan, pihaknya berharap agar anggota dewan mau memperjuangkan mereka supaya bisa ikut dalam tes CPNS 2018. "Kalau anggota dewan tidak memperjuangkan kami, kami pastikan juga tidak akan memperjuangkan mereka pada Pileg tahun depan," sambungnya.

Sementara, berdasarkan Pengumuman Walikota Padang Nomor 870.1139/BKPSDM.P2IK.1.PDG/2018 tentang Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kota Padang Tahun Anggaran 2018 dinyatakan para peserta CPNS tahun ini diminta untuk melengkapi persyaratan, salah satunya melakukan pengesahan atau legalisir KTP/Kartu Keluarga kepada pejabat yang berwenang.

Kepala BKD Kota Padang, Habibul Fuadi mengatakan, dalam pengumuman yang ditulis pada 18 September 2018 dan ditandatangani oleh Wali Kota Padang, Mahyeldi tersebut juga sudah dijelaskan dengan lengkap semua tata cara serta persyaratan bagi semua CPNS 2018 agar lulus dari verifikasi administrasi.

"Semuanya sudah ada dalam aturan yang terpampang jelas di laman bkd.padang.go.id. Sebelum mendaftar, harusnya semua peserta membaca pengumuman tersebut baru melakukan registrasi," tutupnya.

[Halbert Caniago]