Ketum PBB Jadi Pengacara Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Maruf Amin Sebut Hal Ini

"Dengan bergabungnya Yusril tentu kita akan menambah kuat, dan menambah besar dukungan. Apalagi dia (Yusril) bersedia sebagai lawyer daripada capres Jokowi dan cawapres saya"
Jokowi - Ma'ruf Amin tiba di Gedung Joang 45. (Suara.com)

KLIKPOSITIF -- Calon Wakil Presiden nomor urut satu Ma'ruf Amin mengaku bersyukur atas bergabungnya Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menjadi pengacara di kubu pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Dia mengakui sejak lama Yusril ingin bergabung ke dalam tim Jokowi -Ma'ruf.

"Alhamdulillah, memang sudah lama (Yusril) pernah bertemu saya, bahwa dia akan bergabung(menjadi pengacara Jokowi)," ujar Ma'ruf di kediamannya di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Selasa (6/11/2018), dilansir dari Suara.com jaringan Klikpositif.com.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia aktif itu menyakini bergabungnya Yusril di kubu Jokowi-Ma'ruf bisa mendongkrat elektabilitas dirinya dan Jokowi. Terlebih kata Ma'ruf, Yusril bersedia menjadi pengacara pasangan Jokowi-Ma'ruf.

"Dengan bergabungnya Yusril tentu kita akan menambah kuat, dan menambah besar dukungan. Apalagi dia (Yusril) bersedia sebagai lawyer daripada capres Jokowi dan cawapres saya," kata dia.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra secara resmi menjadi pengacara Capres-Cawapres Joko Widodo-Maruf Amin. Meskipun masih simpang siur, namun Yusril sempat menyebut kehadirannya dapat menyaingi Hotman Paris yang menjadi pengacara Capres-Cawapres Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

Yusril menjelaskan mengaku menerima tawaran langsung dari Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir. Meskipun tidak dibayar, namun Yusril bersedia memberikan jasanya untuk pasangan nomor urut 01 tersebut.

"Pak Erick (Thohir) mengatakan bahwa jadi lawyer Pak Jokowi dan Kyai Maruf ini pro bono alias gratis tanpa bayaran apa-apa. Saya bilang saya setuju saja," kata Yusril dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/11/2018). (*)