Yusril Jadi Pengacara Jokowi, Irfianda Abidin: Kader di Sumbar Tetap Ikut Ijtima Ulama

"sikap Yusril tersebut adalah pilihan pribadi sebagai profesional lawyer, diluar urusan partai, "Masyarakat pasti sudah dewasa menyikapi hal ini,""
Ketua Majelis Tinggi Kerapatan Adat Alam Minangkabau (MTKAAM) Irfianda Abidin yang juga kader Partai Bulan Bintang (PBB) (KLIKPOSITIF/ Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Ketua Majelis Tinggi Kerapatan Adat Alam Minangkabau (MTKAAM) Irfianda Abidin yang juga kader Partai Bulan Bintang (PBB) menjelaskan barisan kader partai dan umat di Sumbar tetap solid dan taat pada keputusan ijtima ulama 1 dan 2.

Hal tersebut diutarakannya terkait keputusan Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra menerima tawaran menjadi pengacara pasangan presiden Jokowi - Makruf Amin.

Ia menjelaskan, walaupuan PPB Selama ini memang tidak menunjukan sikap keberpihakan pada salah satu calon presiden, namun dalam perjalanan ijtima ulama 1 dan 2 telah menjelaskan kepada siapa arah dukungan ulama. Dan PBB sesuai keputusan partai taat kepada hasil ijtima tersebut, "sudah jelas hasilnya pada keputusan ijtima ulama dan para tokoh mendukung pasangan capres dan cawapres Prabowo-Sandiaga".

"Walaupun YIM (Yusril Ihza Mahendra) menerima menjadi lawyer Capres dan cawapres Jokowi-Makrfu Amin, kami barisan kader dan umat tetap mendukung Prabowo - Sandi" Kata Caleg DPR RI Sumbar 1 dari PBB Irfianda Abidin, saat dihubungi KLIKPOSITIF, Selasa, 5 November 2018.

"Kita caleg, kader partai, maupaun umat dan masyarakat Minangkabau baik yang di kampung maupun perantau tetap solid dukung Prabowo-Sandi hasil ijtima ulama," tegasnya.

Menurutnya, sikap Yusril tersebut adalah pilihan pribadi sebagai profesional lawyer, diluar urusan partai, "Masyarakat pasti sudah dewasa menyikapi hal ini," jelasnya.

Namun demikian, dijelaskannya, jika dalam perjalanannya kapasitas Yusril sebagai Ketum akan menjurus atau membawa PBB mendukung Jokowi - Makrfu Amin, maka kader akan melayangkan mosi tidak percaya dan meminta Yusril mundur sebagai Ketum.

"Nanti tanggal 23 ada Mukernas PBB seluruh indonesia akan kami sampaikan. Jika mengarah juga, kami minta Munaslub untuk mengganti Ketum, jika seandainya membawa nama partai," ujarnya.

Dikatakannya, masyarakat Sumbar sudah dewasa dalam menentukan pilihan untuk ... Baca halaman selanjutnya