7 Penyair Nasional Bacakan Puisi di Festival Bumi

" Penyair-penyair itu adalah Darman Moenir, Raudha Thaib, Rusli Marzuki Saria, Syarifuddin Arifin, Irmanysah, M. Ibrahim Ilyas, Armeynd Sufhasril."
Penyair Rusli Marzuki Saria yang akrab disapa Papa (ist)

PADANG,KLIKPOSITIF-Tidak hanya pementasan teater, Festival Bumi yang akan diadakan pada 10-14 November mendatang juga menghadirkan tujuh penyair Nasional. Penyair-penyair itu adalah Darman Moenir, Raudha Thaib, Rusli Marzuki Saria, Syarifuddin Arifin, Irmanysah, M. Ibrahim Ilyas, Armeynd Sufhasril.

Pembacaan puisi yang akan ditampilkan memiliki konsep yang beragam. Seperti Irmansyah, ia mengatakan, akan membacakan tiga puisi yang ditulisnya. “Saya akan membacakan puisi yang berjudul Maninjau, Minang Plaza, Jakarta Jakarti. Ketiga puisi itu saya ikat dalam satu tema ‘Terlalu Banyak yang di Tangan, Tak Satu pun dalam Genggaman’. Puisi yang menceritakan perjalanan. Sebagaimana Teater Bumi selama ini telah mengasuh jiwa seni dalam diri saya,” jelasnya.

Sedangkan Armeynd Sufhasril akan membacakan puisi sambil memainkan gandang tambua dan tasa. “Ada dua puisi yang akan saya bacakan. Puisi ‘Tabuik Itu pun Rebah’, dan ‘Berdebatlah Hang Tuah dan Hang Jebat’. Puisi pertama akan saya bacakan berdua dengan Bambang Aprianto, karena ada dua alat musik yang akan dimainkan," katanya.

Berbeda dari Armeynd, M. Ibrahim Ilyas tidak menggunakan musik. Ia hanya membacakan puisi dengan gaya teatrikal. “Hanya dua puisi. Pertama ‘Negeri Senja’ karya saya sendiri dan ‘Indonesiaku’ karya Hamid Jabar,” terangnya.

Juga Syarifuddin Arifin, yang akan membacakan puisi tentang Teater Bumi. “Puisi itu menceritakan tentang Bumi. Saya akan membacakan puisi yang menggambarkan keadilan dan komitmen. Puisi itu akan saya bacakan dengan ciri khas dan gaya Syarifuddin Arifin,” ucap sang penyair. “Kemenangan adalah keikhlasan segala ada,” lanjutnya. Pembacaan puisi ini akan dilaksanakan di lantai 4 Gedung Dinas Kebudayaan Sumbar.