Istri Gubernur Sumbar Ajak Istri Wali Nagari Sosialisasikan Bahaya LGBT

"PKK yang ada di nagari diharapkan bisa jeli melihat kondisi generasi muda saat ini"
Orientasi Ketua Tim Pengerak PKK Nagari/Kelurahan tingkat Provinsi Sumbar, Rabu (7/11) di Aula Kantor Gubernur (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK ) Sumatera Barat (Sumbar), Nevi Irwan Prayitno, yang juga merupakan istri Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, mengajak istri wali nagari untuk ikut mensosialisasikan bahaya perilaku menyimpang Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di nagari-nagari.

Dia juga meminta ibu PKK di nagari untuk mewaspadai perilaku menyimpang LGBT ini agar tidak mempengaruhi generasi muda yang ada di nagari.

"Untuk itu, PKK yang ada di nagari mesti jeli melihat kondisi generasi muda saat ini. Jangan biarkan generasi muda kita terpengaruh perilaku negatif yang dapat merusak masa depannya," ajaknya dalam kegiatan orientasi Ketua Tim Pengerak PKK Nagari/Kelurahan tingkat Provinsi Sumbar, Rabu (7/11) di Aula Kantor Gubernur.

Sementara Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit meminta Tim Pengerak PKK yang ada di nagari maupun kelurahan untuk terus mensosialisasikan bahaya perilaku menyimpang LGBT kepada generasi muda. Menurutnya LGBT tidak hanya subur di kota-kota besar, namun sudah menyasar hingga nagari-nagari dan kelurahan.

"Untuk itu, PKK Nagari yang dibawahi oleh ibu-ibu sangat tepat untuk memberikan pemahaman dan sosialisasi kepada generasi muda kita yang ada dinagari atau kelurahan tentang bahaya LGBT ini," ujarnya.

Disebutkannya, dengan memberikan orientasi langsung kepada ibu-ibu PKK yang ada di nagari atau kelurahan ini. Maka, diharapkan pembahasan yang ada dapat ditindaklanjuti di tingkatannya masing-masing.

"Ibu-ibu ini dapat terjun langsung memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang ada di setiap nagari, jorong atau kampungnya sehingga mereka selalu waspada terhadap pergaulan anak-anaknya jangan sampai terlibat pertemanan yang salah," katanya.

Sementara itu, bagi mereka yang menyekolahkan anak-anaknya di luar daerahnya agar selalu melakukan pengecekan, apalagi menanyakan dengan siapa bergaul sehari-hari.

"Jika jauh ... Baca halaman selanjutnya