Oxford Akan Kembangkan Aplikasi Kesehatan Buatan

"Pemerintah Inggris sedang berinvestasi membangun jaringan patologi digital"
Universitas Oxford akan meningkatkan upayanya mengembangkan aplikasi kesehatan buatan (Pixabay)

KLIKPOSITIF - Universitas Oxford akan meningkatkan upayanya mengembangkan aplikasi kesehatan buatan (artificial intelligence), dengan dukungan pendanaan dari sektor publik dan swasta, sehingga bermanfaat bagi pasien.

Pemerintah Inggris sedang berinvestasi membangun jaringan patologi digital, pencitraan dan pusat AI, dalam upaya mendorong inovasi penggunaan AI untuk meningkatkan diagnosis dan pengiriman perawatan presisi.

Dilansir dari laman xinhua, Oxford akan menjadi rumah bagi salah satu dari lima pusat teknologi baru di Inggris, dan juga merupakan kolaborator di dua pusat lainnya.

Pusat Universitas yang dipimpin Oxford adalah National Consortium of Intelligent Medical Imaging (NCIMI), di mana UK Research and Innovation menginvestasikan 10 juta pound (13,1 juta dolar AS). NCIMI juga akan mendapat manfaat dari lebih dari lima juta pound pendanaan yang diberikan dari mitra komersialnya.

Konsorsium tersebut mencakup 15 rumah sakit, industri, badan amal, dan kelompok pendukung pasien setempat untuk mengembangkan alat kecerdasan buatan baru membantu mempercepat diagnosis kanker, penyakit jantung, kelainan genetik dan kondisi lainnya.

"Semua UKM yang berbasis di Oxford (usaha kecil dan menengah) sangat senang menjadi bagian dari konsorsium yang bekerja bersama industri dan mitra lainnya untuk mendukung pengembangan dan penggunaan AI dalam perawatan kesehatan," kata Profesor Sir Michael Brady, Eksekutif Ketua NCIMI.