Rumah Direndam Banjir, Warga Sasak Butuh Obat-Obatan

"Tercatat ada 250 orang warganya yang dievakuasi akibat bencana yang terjadi sejak Kamis kemarin itu"
Petugas tim SAR gabungan mengevakuasi warga yang terdampak banjir akibat luapan sungai Batang Pasaman (KLIKPOSITIF/Irfan PS)

PASAMAN BARAT, KLIKPOSITIF -- Ratusan warga di Kecamatan Sasak Ranah Pasisia, Pasaman Barat membutuhkan sembako, obat-obatan, tenda dan perlengkapan hidup lainnya.

Ratusan warga tersebut saat ini sudah dievakuasi dari kampung mereka karena debit air yang berasal dari luapan sungai Batang Pasaman tersebut terus meninggi seiring dengan peningkatan curah hujan.

Hal ini diungkapkan oleh Camat Sasak Ranah Pasisia, Nur Fauziah Zein. Menurut dia, tercatat ada 250 orang warganya yang dievakuasi akibat bencana yang terjadi sejak Kamis kemarin itu.

"Warga yang dievakuasi tidak sempat membawa barang-barangnya, hanya beberapa saja sehingga untuk menjaga tubuh tetap fit, mereka membutuhkan banyak makanan dan obat-obatan," katanya.

Baca Juga: Banjir, 250 Warga Rantau Panjang Pasbar Dievakuasi

Di sisi lain, warga yang dievakuasi itu mengaku sengaja meninggalkan rumahnya karena khawatir peningkatan debit air yang signifikan sehingga mereka tidak punya lagi jalan untuk menyelamatkan diri.

"Airnya deras, kami takut dan lebih baik mengungsi dulu ke rumah kerabat. Tidak sempat pula bawa barang-barang yang berat. Yang penting badan selamat dulu," ungkap salah seroang warga, Nana (35).

Diketahui, banjir yang terjadi di Kecamatan Sasak Ranah Pasisia tersebut merendam sejumlah desa kecil yang diantaranya adalah Rantau Panjang, Jorong Pondok, Pasa Lamo dan Padang Halaban.

Saat ini proses evakuasi masih berlangsung. Tampak tim SAR gabungan mengerahkan satu unit perahu karet yang mengangkut warga secara bergantian.

[Irfan PS]