Data BNNK, Pecandu di Payakumbuh Paling Banyak Gunakan Narkoba Jenis Ini

"Kalau persentasenya sekitar 70 persen sampai 80 persen, sisanya adalah barang terlarang lainnya"
ilustrasi ganja (istimewa)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Payakumbuh, AKBP Firdaus ZN mengungkapkan, dibandingkan jenis narkoba lainnya, ganja adalah jenis narkoba yang paling dikonsumsi pecandu di daerah tersebut.

Selain itu, juga diketahui ada yang mengkonsumsi ekstasi, sabu, dan excimer tramadol zolam. “Untuk yang terbanyak itu memang ganja. Kalau persentasenya sekitar 70 persen sampai 80 persen, sisanya adalah barang terlarang lainnya,” kata AKBP Firdaus kepada KLIKPOSITIF, Kamis 6 Desember 2018.

Dijelaskannya, barang-barang haram yang saat ini beredar di Payakumbuh berasal dari Aceh, Medan ataupun Pekanbaru. “Dari Aceh mereka biasanya menuju Medan dan lanjut ke Bukittinggi, biasanya yang dibawa ganja. Sedangkan, dari Pekanbaru itu jebis ekstasi dan sabu,” ulasnya.

Menurut AKBP Firdaus, selain permasalahan narkoba yang memang sudah dinyatakan ilegal secara Undang-undang, di Payakumbuh juga banyak ditemukan kasus penyalahgunaan lem. Meski pemerintah daerah sudah membuat Peraturan Daerah (Perda) Payakumbuh Nomor 10 tahun 2015 tentang larangan penyalahgunaan barang tersebut, tapi masih saja ditemukan.

“Untuk pengguna lem ini didominasi oleh kalangan anak sekolah, ada yang Sekolah Dasar atau SLTP,” ulasnya.

Diterangkannya, BNN Kota Payakumbuh sebagai salah satu badan yang memang bertugas untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di daerah tersebut terus melakukan berbagai upaya untuk menakan peredaraan narkoba. Keberadaan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) bagi pecandu disebutnya sebagai salah satu langkah yang sudah dilakukan BNN Kota Payakumbuh.

Meski demikian, dia mengakui keberadaan beberapa IPWL di daerah tersebut belum mampu dioptimalkan oleh masyarkat karena masih adanya stigma dari masyarakat yang merasa malu apabila ada anggota keluarganya yang menggunakan narkoba.

“Keslitan kita itu adalah masih rendahnya kesadaran masyarkat ... Baca halaman selanjutnya