Legislator Minta Debat Pilpres Tidak Monoton

"Bisa mendapatkan petunjuk bahwa mereka tidak akan salah memilih"
Ilustrasi (Linisiar)

POLITIK, KLIKPOSITIF -- Anggota Komisi II DPR RI Yandri Susanto berharap debat Calon Presiden dan Wakil Presiden berlangsung cair, tidak kaku dan monoton.

Hal itu disampaikannya agar dapat menggali potensi-potensi dan informasi yang benar dari masing-masing pasangan calon.

"Saya kira debat nantinya agak dilonggarkan, agar mereka meng-explore gagasan-gagasan hebat dari paslon untuk disampaikan kepada seluruh rakyat Indonesia," katanya.

Debat merupakan salah satu metode kampanye yang sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan disiarkan langsung secara nasional oleh media elektronik melalui lembaga penyiaran publik.

Dengan suasana debat yang tidak monoton, legislator Partai Amanat Nasional (PAN) ini ingin agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar dari diri pasangan capres dan cawapres yang akan dipilihnya di bilik suara nanti.

"Bisa mendapatkan petunjuk bahwa mereka tidak akan salah memilih. Karena itu menyangkut nasib di lima tahun yang akan datang,' tambah Yandri.

KPU telah menjadwalkan debat capres dan cawapres dilakukan sebanyak lima kali.

Adapun debat perdana akan dilaksanakan pada tanggal 17 Januari 2019 dengan mengangkat tema Hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), Korupsi serta Terorisme.

KPU dan tim kampanye masing-masing pasangan menyepakati enam panelis yang akan memimpin debat perdana. Enam nama tersebut adalah Prof. Hikmahanto Juwana (Guru Besar Hukum UI), Prof. Bagir Manan (Mantan Ketua MA), Ahmad Taufan Damanik (Ketua Komnas HAM), Bivitri Susanti (Ahli Tata Negara), Margarito Kamis (Ahli Tata Negara), dan Agus Rahardjo (Ketua KPK).

"Kita doakan semoga panelis  itu bisa menjalankan tugas dengan baik. Debat juga menarik untuk ditonton dan pada akhirnya masyarakat bisa memilih yang baik untuk lima tahun yang akan datang," ... Baca halaman selanjutnya