Mengenal Letjen Doni Monardo, Putra Minang yang Kini Jadi Orang Nomor Satu di BNPB

"Dia menjadi satu-satunya jenderal bintang tiga yang memimpin BNPB sejauh ini"
Presiden Jokowi memberikan ucapan selamat kepada Letjen Doni Monardo usai melantiknya sebagai Kepala BNPB, di Istana Negara, Jakarta, Rab (9/1) pagi. (Setkab.go.id)

KLIKPOSITIF -- Presiden Jokowi sudah resmi melantik Letnan Jenderal (Letjen) TNI Doni Monardo sebagai Kepala BNPB menggantikan Laksda Willem Rampangiley yang masa baktinya berakhir pada 2 Januari 2019 ini. Dia menjadi satu-satunya jenderal bintang tiga yang memimpin BNPB sejauh ini.

Memiliki postur tinggi, gagah dan sangat supel bergaul menjadi sebuah kelebihan dari putra asli Nagari Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat ini. Meskipun berdarah Minang, Letjen Doni Monardo dilahirkan tanggal 10 Mei 1963 di Cimahi, Jawa Barat.

Itu karena anak pasangan Lekol (purn) Nasrul Saad dengan Roeslina ini sejak kecil sudah berpindah-pindah ke beberapa daerah mengikuti pekerjaan bapaknya sebagai polisi militer. Dari Cimahi pindah ke Meulabouh, Aceh Barat. Kemudian pindah ke Lhoksomawe lalu menetap di Banda Aceh sampai SMP.

Pada tahun 1975, keluarga Doni pindah ke daerah asalnya di Padang, Sumbar dan menyelesaikan sekolahnya di SMA I Padang tahun 1981, Doni kemudian melanjutkan pendidikan ke AKABRI dan lulus tahun 1985 serta mendapatkan penempatan pertama pada Komando Pasukan Khusus atau Kopassus tahun 1986 sampai dengan 1998.

Selama di Kopassus dia pernah ditugaskan ke Timor-Timur, Aceh dan daerah lainnya. Pada tahun 1992, Doni menikah dengan seorang wanita asal Kabupaten Solok bernama Santi Ariviani dan dikaruniai tiga anak Azzianti Riani Monardo (1993), Reizalka Dwika Monardo (1997) dan si bungsu Adelwin Azel Monardo (2003).

Pada tahun 1999 hingga 2001, lelaki yang suka kegiatan menembak dan beladiri ini ditugaskan pada Batalion Raider di Bali. Kemudian ditarik kembali ke Paspamres hingga tahun 2004 lalu mengikuti pelatihan counter terrorism ang dilaksanakan di Korea Selatan.

Pada tahun 2005 sampai dengan 2006 Doni ditugaskan di Aceh. Tahun di sana, dia kembali ditarik ke Jakarta bergabung dengan Paspamres. Pada tahun 2006 dipindahkan ke Makasar, Sulawesi Selatan di Komando Cadangan Strategis ... Baca halaman selanjutnya