Lestarikan Randai, Masyarakat Tiakar Payakumbuh Hidupkan Kembali Sanggar Seni

"Sanggar Seni Randai Maruhun Sati terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung "
Peresmian Sanggar Seni Randai Maruhun Sati. (Taufik Hidayat Kampai/Klikpositif)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF – Sebagai salah satu tradisi asli Minangkabau, seni pertunjukan randai mulai dilupakan oleh genarasi muda. Atas alasan itu, sejumlah tokoh masyarakat Kenagarian Tiakar, Kelurahan Tiakar, Kecamatan Payakumbuh Timur berupaya menghidupkan kembali randai di tengah-tengah masyarakat dengan membuka kembali Sanggar Seni Randai Maruhun Sati.

Ketua Sanggar Randai Maruhun Sati, Yosrizal mengatakan sanggar tersebut berdiri sejak 1990. Namun kegiatannya mengalami pasang surut dan sampai vakum dari aktivitas kesenian tradisional.

“Dan pada peresmian kembali hari ini, kita ingin menjadikan sanggar ini sebagai wadah bagi masyarakat untuk menjaga budaya randai, sastra dan tradisi lainnya,” katanya.

Yosrizal menambahkan, Sanggar Seni Randai Maruhun Sati terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung dalam menjaga kesenian tradisional Minangkabau. 

“Tak hanya untuk kenagarian Tiakar tetapi untuk warga Payakumbuh sanggar ini terbuka bagi siapa saja,” kata dia.

Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Payakumbuh, Wirianto Datuak Paduko Bosa Marajo mengatakan peresmian sanggar ini mampu membentengi masyarakat dari pengaruh negatif. Sanggar Randai Maruhun Sati sebagai wadah pelestarian budaya juga sebagai wadah untuk semua kesenian tradisional Minangkabau dan menyampaikan pesan-pesan moral melalui seni tersebut.

"Seperti di dalam itu kan ada cerita yang bisa menjadi wadah untuk kritik kepada pemerintah dan fenomena masyarakat," ujarnya.

Dt Paduko Baso Rajo menjelaskan, Sanggar Randai Maruhun Sati saat ini mengalami pergeseran dari kondisi sanggar terdahulu. Diantaranya dilakukan pembaharuan terhadap kesenian tradisional dari pola lama ke pola baru.  “Unsur tradisionalnya tidak hilang, tetapi ada pembaharuan ke pola yang baru,” ucapnya.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Payakumbuh Yendri Bodra Datuak Parmato Alam ... Baca halaman selanjutnya