Tinggal Digubuk Selama 17 Tahun, Amri dan Keluarga Kini Bisa Tersenyum

"Kami sudah tinggal kurang lebih 17 tahun disini pak, bahkan dua anak kami lahir dirumah lama ini"
Kondisi rumah keluarga Amri usai dibedah. (Taufik Hidayat Kampai/Klikpositif)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF – Tinggal selama 17 tahun di rumah tidak layak huni yang hanya berlantai tanah dengan kondisi yang cukup memprihatinkan tak membuat Amri dan keluarga patah semangat. Bekerja dan berusaha sepenuh hati terus dijalani Amri setiap harinya.

Sempat pesimis akan bisa membenahi rumah reotnya tersebut, akhir tahun 2018 menjadi waktu spesial bagi Amri sekeluarga. Pasalnya, rumah tempat keluarganya bernaung selama ini mendapat kesempatan untuk menerima bantuan bedah rumah yang dilakukan Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman.

Kamis (10/1), rumah yang sudah dikerjakan selama beberapa minggu terakhir ini tuntas dikerjakan. Walikota Payakumbuh Riza Falepi langsung hadir untuk meresmikan rumah yang terletak di antara hamparan sawah di Kelurahan Koto Panjang Dalam, Kecamatan Lamposi Tigo Nagori tersebut.

Untuk mencapai rumah tersebut, rombongan walikota harus melewati pematang sawah yang becek karena hujan. Butuh waktu sekitar 15 menit dari jalan utama untuk mencapai rumah yang kini sudah berdiri kokoh dengan kondisi yang jauh lebih baik ketimbang beberapa bulan lalu tersebut.

"Alhamdulillah kami ucapkan terimakasih kepada Pak Wali Kota yang sudah membantu memperbaiki rumah kami. Bantuan ini sangat membantu kami sekeluarga," kata Amri di hadapan Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi.

Bersama istri dan dua anaknya, Amri mengaku bersyukur, karena selama ini tinggal di rumah kayu yang sudah tua dan lapuk.

"Kami sudah tinggal kurang lebih 17 tahun disini pak, bahkan dua anak kami lahir dirumah lama ini," ujar Amri dan istri.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi mengaku terharu sekaligus mengajak Amri dan keluarga untuk terus bersyukur. Pihaknya juga meminta maaf karena bantuan bedah rumah baru bisa terealisasi pada akhir tahun anggaran 2018 ini.

"Saya mohon maaf, karena baru sekarang bisa membedah rumah pak Amri, ... Baca halaman selanjutnya