Tolak Kenaikan Retribusi, Pedagang Pasar Bawah Datangi DPRD Bukittinggi

"Pedagang menolak tarif terbaru dan tetap bersikeras memakai tarif lama "
Para pedagang saat berkumpul di pasar bawah (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI,KLIKPOSITIF -- Puluhan pedagang Pasar Bawah Bukittinggi mendatangi DPRD Bukittinggi. Para pedagang membawa surat penolakan terhadap retribusi pasar yang dikeluarkan Pemerintah Kota Bukittinggi awal tahun 2019 ini.

"Ada 300 tandatangan pedagang yang kita bawa. Pedagang menolak kenaikan restribusi yang nilainya jauh lebih besar dari sebelumnya," sebut aktivis sekaligus juru bicara pedagang, Ivans Haykel, Kamis 10 Januari 2019

Ivan mengatakan, pedagang menolak tarif terbaru dan tetap bersikeras memakai tarif lama berhubung rendahnya daya beli masyarakat untuk saat ini

"Setelah kita survey, Pemda memberlakukan kenaikan tarif tanpa melakukan sosialisasi dan membuat pedagang keberatan. Jadi, kita mendampingi pedagang menyampaikan aspirasi ke DPRD atas dasar keprihatinan dan ini bukan tindakan melawan pemerintah," ungkapnya.

Jadi, sebutnya, ada tiga poin yang dituntut pedagang yakni menolak kenaikan restribusi pasar, menolak membayar restribusi baru dan mendesak Wali Kota mencabut peraturan tersebut.

Sementara, perwakilan pedagang G.Kari Mangkuto mengatakan, kenaikan tarif ini terbilang tidak wajar.

"Biasanya saya bayar perbulan Rp20 ribu, sekarang Rp40 ribu. Ini jelas sangat memberatkan. Tentu kita menolak," sebutnya.

Dari keterangan yang berhasil dihimpun KLIKPOSITIF, khusus di Pasar Bawah kenaikan tarifnya yang diberlakukan Pemko rata-rata naik 100 persen tergantung luas areal berdagang.

Untuk toko, lapak bulanan, dan kios permeter perseginya dikenakan tarif 20 ribu rupiah perbulan. Sementara, untuk lapangan harian dikenakan tarif 3.000 rupiah perharinya.

Kenaikan ini, tak hanya berlaku di Pasar Bawah, tapi juga merembes ke Pasar Aur Kuning maupun Pasar Atas dengan skema nyaris sama.

[Hatta Rizal]