Pedagang Pasar Bawah Keluhkan Retribusi dari Pemko Bukittinggi

"Nominal retribusi yang baru ditetapkan pemerintah dinilai terlalu besar"
Deretan kios pedagang di Pasar Bawah, Kota Bukittinggi (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -- Pedagang Pasar Bawah, Kota Bukittinggi mengeluhkan soal pembayaran retribusi di lingkungan perdagangan tradisional yang dilakukan oleh pemerintah kota.

Pemungutan retribusi tersebut dilakukan oleh Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan. Keluhan itu disampaikan pedagang ketika mendatangi kantor OPD tersebut pada Sabtu, 12 Januari 2019.

Juru bicara kelompok pedagang, Ivan Haykel mengatakan, nominal retribusi yang baru ditetapkan pemerintah dinilai terlalu besar, sehingga pedagang keberatan.

"Pedagang sanggupnya hanya 1500 perhari, jika tetap dipaksakan memungut 3000, mereka tak sanggup," katanya.

Ivan mengatakan, pengelola Pasar Bawah hendaknya mengerti dengan kondisi pasar yang saat ini sepi sehingga hal ini tidak memberatkan.

"Kita tak menolak membayar, tapi pedagang hanya mau bayar dengan tarif lama sebab itu kesanggupannya," ungkapnya.

Sementara itu, dari perwakilan pemerintah, Koordinator Pasar Bawah Salman mengatakan, soal retribusi tersebut, pihaknya hanya menjalankan aturan tersebut sesuai dengan instruksi pimpinan.

"Kita tetap pungut sesuai tarif baru, jika pedagang keberatan akan kita sampaikan ke pimpinan untuk mengadakan pertemuan dalam waktu dekat ini," sebut dia.

Menurutnya, di hari pasar seperti Rabu-Sabtu jumlah pedagang harian di Pasar Bawah jumlahnya mencapai 300an, sebanyak 98 persen katanya, tetap membayar sebanyak 3000 rupiah perharinya kendati ada penolakan.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bukittinggi menaikkan tarif restribusi pasar di Pasar Aur Kuning, Pasar Bawah dan Pasa Ateh, khusus untuk harian atau pedagang kaki lima, kenaikan mencapai 100 persen dari 1500 menjadi 3000 perharinya.

Sebelumnya, para pedagang Pasar Bawah ini juga telah mengadukan nasib ke DPRD terkait kenaikan tarif restribusi.

[Hatta Rizal]