Akui Angka Stunting Tinggi, Dinkes Sumbar Ajukan Perbaikan SK Gubernur

"Langkah awal itu salah satunya dengan perbaikan SK Gubernur terkait hal itu, sehingga lintas sektor terlibat dan bertanggung dalam pencegahan serta penanganan stunting ini"
ilustrasi (net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Persoalan stunting masih menjadi mimpi buruk Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Dalam kurun tiga tahun belakangan saja, tercatat angka stunting masih di atas 20 persen.

Dinkes Sumbar sendiri menempatkan tiga daerah terbanyak penyebaran kasus stunting di Sumbar. Tiga daerah tersebut adalah Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, dan Kabupaten Solok.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Sumbar, drg Achmad Mardani menyebut untuk menekan ataupun pencegahan angka stunting di tahun 2019, pihaknya telah menyiapkan langkah formal maupun informal.

"Langkah awal itu salah satunya dengan perbaikan SK Gubernur terkait hal itu, sehingga lintas sektor terlibat dan bertanggung dalam pencegahan serta penanganan stunting ini. Jadi penanganan dilakukan secara full dengan memberdayakan OPD lain. Lintas sektor itu seperti Dinas Pangan, Dinas Sosial, PKK yang juga aktif dalam pergerakannya. Kalau hanya Dinkes saja tidak akan pernah selesai," ungkap Achmad, kepada KLIKPOSITIF.

Lalu, kata Achmad, melakukan penguatan dengan langkah konsolidasi bersama pihak fakultas dan SKM, termasuk mengirimkan mahasiswa untuk pendataan wilayah.

"Jika telah didata, maka program seperti melakukan penguatan makanan pendamping bisa dilakukan. Hal itu juga telah dilakukan oleh teman-teman di daerah, yakni di puskesmas," ungkapnya.

Sementara itu, untuk informal, katanya dengan menggalakkan berbagai pihak terhadap penyuluhan ilmu kesehatan terhadap remaja wanita. Hal itu bisa diselaraskan dalam program UKS Puskesmas yang masuk pada tingkat SMP dan SMA.

"Dalam program ini Dinkes memberikan konsumsi tablet Fe selama setahun sebanyak 52 kali. Diharapkan, dengan itu, HB darah tetap stabil, sehingga saat berumah tangga, dan melahirkan tidak berpotensi terjadi stunting. Di Dharmasraya sudah juga membentuk posyandu remaja," pungkasnya. [Cecep Jambak]